Jawa Tengah ke PON Riau 2012 Tanpa Kualifikasi

SEMARANG, Kompas.com – Tim bulu tangkis Jawa Tengah lolos ke Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 Riau tanpa harus melalui babak kualifikasi. Mereka dinilai merupakan tim yang kuat dan penyumbang atlet terbanyak di pelatnas.

Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, HM Anwari, mengatakan, selain Jateng yang lolos tanpa harus mengikuti babak kualifikasi adalah Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, ditambah tuan rumah Riau.

Lima provinsi yang langsung tampil pada babak utama di Riau mendatang, kata dia, tambahan lima lagi akan diambilkan dari daerah-daerah yang lolos dari babak kualifikasi.

Ketika ditanya kuota atlet kelima provinsi yang langsung lolos ke Riau, dia mengatakan, sampai kini masih dirapatkan di Jakarta dan belum ada keputusan dari Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ia menyebutkan, induk organisasi olahraga bulu tangkis di Tanah Air ini mengusulkan 16 atlet yang terdiri dari delapan putra dan delapan putri mengingat pada SEA Games maupun Asian Games, setiap negara juga diberi kuota sebanyak 16 atlet.

“Saya belum tahu apakah usulan PB PBSI itu disetujui PB PON atau tidak karena sampai kini masih ada rapat antara PB PON dengan pengurus besar cabang olahraga,” katanya, Kamis (27/5/10).

Pada PON-PON sebelumnya, kata dia, setiap provinsi hanya diberi kuota 13 atlet yang terdiri dari delapan putra dan lima putri. “Padahal pebulu tangkis putri juga cukup banyak,” katanya.

Anwari, yang juga Ketua Sub Bidang (Kasubid) Pengembangan Daerah PB PBSI, mengatakan, berdasarkan keputusan PB PBSI, pebulu tangkis yang bisa tampil pada pesta olahraga multievent empat tahunan di Riau mendatang adalah mereka yang usianya di bawah 25 tahun atau kelahiran 1987.

Jadi, kata dia, pebulu tangkis seperti Maria Kristin, Ryan Sukmawan, Jonathan Suryatama, Andre Kurniawan (Jateng), Sony Dwi Kuncoro (Jatim), Taufik Hidayat (Jabar), tidak bisa membela daerahnya pada PON mendatang karena usianya juga sudah lebih dari 25 tahun.

Peraturan lain berkaitan dengan pebulu tangkis yang bisa tampil di PON mendatang adalah mereka yang menghuni pelatnas tetap bisa turun membela daerahnya masing-masing dengan catatan usia tidak lebih dari 25 tahun.

Kemudian, pebulu tangkis pelatnas yang pernah meraih medali emas, perak, dan perunggu di Olimpiade, serta emas di Asian Games tidak boleh turun.

Anwari menambahkan, saat ini jumlah pebulu tangkis Jateng yang masuk program PPOP sebanyak sembilan atlet ditambah seorang pelatih. Kesembilan  pebulu tangkis yang masuk PPOP Jateng di antaranya adalah Maria Febe Kusumastyuti, M Akhsan, Tantowi Ahmad, Nugroho Andi Saputra, Dionysius Hayom Rumbaka (pelatnas), Feby Angguni, Debby Susanto (pelatnas), Anisa Wahyuni, dengan pelatih Christian Hadinata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: