Kido/Hendra Dipaksa Bermain Rubber Game

Bulutangkis.com – Partai puncak Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Regional II di Bandung dimulai tepat pukul 13.00 WIB. Nomor ganda dewasa putra, menjadi nomor paling ditunggu setiap pecinta bulutangkis di GOR KONI di Jl. Jakarta ini. Ribuan penonton telah memadati GOR yang memiliki lima lapangan pertandingan ini, hingga tak ada lagi tempat yang tersisa untuk mereka duduk, sebagian besar penonton pun rela untuk berdiri.

Partai final mempertemukan juara Olimpiade Beijing, Markis Kido/Hendra Setiawan melawan atlet penuh pengalaman Flandy Limpele yang kali ini berpasangan dengan Hendra AG. Di game pertama, Kido/Hendra bermain diatas angin, mereka menang mudah 21-9.

Memasuki game kedua, Kido/Hendra terus tertekan, bola-bola smash yang mereka lancarkan selalu berhasil dikembalikan dengan sempurna oleh Flandy/Hendra AG, mereka tertinggal 6-11 di interval. Setelah interval pun permainan tetap sama Kido/Hendra tetap tertinggal 9-17, meskipun sempat memperkecil ketinggalan 14-18, tetapi smash Kido yang beberapa kali malah menyangkut di net membuat mereka kehilangan game kedua dengan 17-21.

“Tadi memang agak silau,” jelas Kido.

Di awal game penentuan, Kido/Hendra kembali tertinggal 6-8, namun mereka berhasil mengunci lawannya diangka tersebut untuk kemudian memimpin 11-8 di pergantian lapangan. Permainan tingkat dunia ini mengundang decak kagum para pecinta bulutangkis GOR KONI, penonton kembali bersorak saat rally-rally panjang berhasil dituntaskan pasangan andalan Indonesia tersebut, 15-15. Kembali, GOR pun riuh saat Kido berhasil menancapkan smashnya untuk unggul 19-16, dan kemudian menutup game ketiga ini dengan 21-18.

“Pertandingan yang melelahkan,” ungkap Kido usai pertandingan.

Kido dan Hendra sendiri mengakui bahwa keadaan lapangan cukup mempengaruhi permainan mereka hari ini, apalagi ditambah jadwal pertandingan yang ketat membuat mereka harus ekstra mengatur stamina.

Usai pertandingan, Kido/Hendra masing-masing melemparkan dua buah kaos dan satu buah raket, yang sontak membuat para pengunjung histeris dan berebut untuk bisa mendapatkan hadiah cuma-Cuma dari pasangan juara dunia tahun 2007 ini.

“Itu memang inisiatif kami untuk sedikit menghibur penonton,” ungkap Hendra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: