Semoga Piala Thomas dan Uber Kembali

DEMAK, KOMPAS.com — Tiga mantan pebulu tangkis Indonesia, Alan Budi Kusumah, Susy Susanti, dan Haryanto Arbi, mengaku cukup geregetan dengan kegagalan tim bulu tangkis Indonesia yang mengikuti Thomas dan Uber Cup 2010 di Malaysia.

Menurut ketiganya, kegagalan tim Thomas dan Uber Indonesia tak lepas dari lambannya pembinaan atlet muda bulu tangkis.

“Ini tidak hanya peran klub bulu tangkis saja, tetapi pemerintah juga harus ambil bagian dalam pembinaan atlet-atlet muda agar bisa jadi kelas dunia,” kata Susy saat ditemui di kawasan Desa Wonosalam, Kecamatan Gajah, Demak, Jawa Tengah, Kamis (27/5/2010).

Sama seperti Susy, sang suami pun yang merupakan peraih medali emas Olimpiade 1992, Alan Budi Kusumah, juga menaruh harapan agar pembinaan atlet muda terus dikembangkan.

“Ya, tentunya kami berharap pada atlet muda kita yang berpotensi, pembinaan harus terus dikembangkan,” kata Alan.

Dengan pembinaan yang terus dikembangkan semenjak kegagalan di Malaysia, Haryanto optimistis Piala Thomas dan Uber akan kembali ke Tanah Air.

“Mudah-mudahan dua tahun lagi, apalagi Indonesia mencalonkan untuk menjadi tuan rumah Thomas dan Uber Cup, semoga. Kalau dikasih kesempatan, pemain muda kita pasti bisa,” tutup Haryanto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: