Indonesia Target Minimal 3 Gelar Juara

JAKARTA, Kompas.com — Indonesia memasang target meraih minimal tiga gelar juara di turnamen bulu tangkis Djarum Indonesia Open Super Series. Kejuaraan yang memperebutkan total hadiah 250.000 dollar AS tersebut akan berlangsung pada 22-27 Juni mendatang, di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum PB PBSI Joko Santoso dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (8/6/2010). Menurutnya, dengan absennya para pemain China, maka kans pasukan Merah Putih untuk merajai turnamen di rumah sendiri itu menjadi sangat terbuka lebar.

“Saat ini kita memiliki mantan juara di sektor tunggal putra, serta masih ada yang diandalkan dari sektor ganda putra dan ganda campuran,” ungkap Joko, yang juga Panglima TNI.

Pernyataan Joko ini cukup beralasan karena selama ini PBSI sudah menyiapkan para atletnya untuk bertarung di negeri sendiri. Dengan dukungan suporter fanatik Indonesia, yang hampir dipastikan akan memadati Istora, Joko berharap ambisi untuk merengkuh gelar—setelah tahun lalu tak mendapatkan apa pun—bisa terwujud.

Ya, tahun lalu Indonesia harus gigit jari. Nomor-nomor yang diandalkan tak mampu menyumbang medali karena ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir dan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan kandas di semifinal. Tuan rumah hanya meloloskan tunggal putra Taufik Hidayat ke partai puncak, tetapi kalah telak dari pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei.

PBSI Lalai, Tiga Pemain Top Absen
Selasa, 8 Juni 2010 | 17:46 WIB
Kompas/Raditya Helabumi
Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.

JAKARTA, Kompas.com – Tiga pebulu tangkis top Indonesia gagal tampil di Djarum Indonesia Open Super Series 2010. Vita Marissa, Hendra Aprida Gunawan dan Alvent Yulianto dipastikan absen karena tidak terdaftar ikut turnamen berhadiah 250.000 dollar AS ini.

Ternyata, tiga pemain tersebut tidak ikut karena kelalaian bagian administrasi PBSI. Karena itu, karyawan yang lalai itu akan mendapat sanksi.

“Harus diakui, ada kelalaian bagian administrasi sehingga mereka tidak terdaftar. Ini tidak akan terjadi lagi pada masa mendatang,” ungkap Ketua Umum PB PBSI Joko Santoso, Selasa (8/6/10), di Jakarta, yang juga menambahkan, pihaknya telah berusaha meloloskan tiga pemain itu, tetapi panitia tetap menolak.

Akibat absen, Vita, Hendra AG dan Alvent terancam sanksi dan juga pemotongan poin. Tentang hal ini, Joko mengaku akan berusaha untuk melakukan negosiasi sehingga para pemain tidak terkena hukuman.

Hal senada diungkapkan Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto. Selain setuju ada sanksi terhadap karyawan yang lalai, dia juga meminta maaf atas kesalahan prosedur yang dilakukan PBSI.

“Saya setuju harus ada sanksi karena tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi pada masa yang akan datang. Sanksi sedang digodog,” ujar Yacob, usai bertemu dengan Vita dan Hendra AG.

“Kami sangat menyesalkan hal ini bisa terjadi. Sebagai sekjen, saya minta maaf. Tidak ada unsur kesengajaan,” tambahnya.

Vita dan Hendra AG merupakan pasangan di sektor ganda campuran. Sedangkan Alvent, merupakan pasangan Hendra AG di sektor ganda putra.

Harus diakui, ada kelalaian bagian administrasi sehingga mereka tidak terdaftar. Ini tidak akan terjadi lagi pada masa mendatang
— Joko Santoso

<!–/ halaman berikutnya–>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: