Hayom Tersingkir, Febe Melaju

Maria Febe Kusumastuti, maju ke babak kedua Djarum Indonesia Open Super Series

JAKARTA, Kompas.com – Tunggal putera Indonesia, Dionysius Hayom Rumbaka gagal mengimbangi permainan unggulan pertama asal Malaysia, Lee Chong Wei, Rabu (23/6/2010).

Dalam pertandingan babak pertama turnamen bulu tangkis Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) di Istora gelora Bung Karno, Hayom menyerah dalam dua game.  Tunggal putera pelatnas Cipayung tersebut menyerah 10-21 14-21 dalam 31 menit. Di Singapura Terbuka, pekan lalu, Hayom sempat memaksa Chong Wei bermain rubber game.

Namun tunggal puteri Maria Febe Kusumastuti mampu melawati babak pertama dengan mengalahkan pemain Kanada,  Charmein Reid dalam dua game 21-19 21-5 dalam 33 menit.

Di nomor ganda campuran, mantan pemain pelatnas, Flandy Limpele yang berpasangan dengan pemain Belanda, Lotte Jonathans juga tersingkir di tangan ganda Thailand, Patipat Chalardchaleam/Savitree Amitapai 22-20 17-21 15-21.

Chong Wei Puji Hayom

JAKARTA, KOMPAS.com — Peringkat satu dunia, Lee Chong Wei, menganggap pemain muda Indonesia, Dionysius Hayom Rumbaka, memiliki peluang besar untuk menggantikan Taufik Hidayat ataupun Sony Dwi Kuncoro.

Hal ini diungkapkan oleh Chong Wei setelah menyingkirkan tunggal pelatnas Cipayung tersebut dalam dua game, 21-10, 21-14, pada babak pertama turnamen bulu tangkis Djarum Indonesia Open Super Series, Rabu (23/6/2010). “Menurut saya di future nanti Hayom sangat potensial setelah Simon, Sony, dan Taufik bagi bulu tangkis Indonesia,” sebut Chong Wei.

Hayom memang kurang beruntung harus bertemu Chong Wei pada partai perdana. Dengan demikian, hasil ini menjadi kekalahan kedua bagi Hayom setelah gagal tembus 16 besar Singapura Terbuka pekan lalu. Pemain kelahiran Kulon Progo, 22 Oktober 1988, ini tidak banyak berkata-kata. “Jelas saya merasa terbebani, apalagi kalahnya seperti ini,” kata Hayom kepada wartawan.

“Di pertandingan ini saya merasa tekanannya sangat berbeda dengan Singapura Terbuka sebelumnya. Chong Wei juga menunjukkan tekanan yang berbeda. Saya rasa di sinilah Chong Wei menunjukkan standar sesungguhnya,” papar Hayom.

Sementara itu, sang pelatih, Agus Dwi Santoso, mengaku tidak terlalu kecewa dengan kekalahan ini. Berbeda dengan Sony, Simon, dan Taufik, sang pelatih menilai bahwa Hayom masih sangat muda dan memang diproyeksikan untuk bertanding sebanyak mungkin dengan pemain-pemain yang memiliki ranking di atasnya untuk menambah jam terbang. “Di pertandingan tadi, Hayom memang sepertinya tidak bisa keluar dari tekanan ini. Dibanding dengan turnamen di Singapore Open lalu, Hayom jauh lebih tetekan dalam segala hal. Dia mencoba bermain cepat untuk membalik keadaan saat tertinggal, tapi yang ada justru terkontrol oleh tekanan Chong Wei,” kata Agus.

Agus justru berharap, kekalahan ini justru menjadi pengalaman berharga bagi Hayom untuk berprestasi lebih baik lagi. “Yang pasti akan ada evaluasi. Saya harap dia tidak berkecil hati dengan kekalahan ini. Sebagai pemain muda, ini merupakan salah satu proses bagi Hayom. Ibarat kata, biarlah kami menabung kekalahan untuk kemenangan saat nanti,” tandas Agus.

Comments
2 Responses to “Hayom Tersingkir, Febe Melaju”
  1. camera says:

    maria febe hebat…

    makasih infonya…

    salam hangat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: