Kenichi Tago Sesalkan Angin di Istora

Kenichi Tago tersingkir di perempatfinal.

JAKARTA, KOMPAS.com – Unggulan pertama tunggal putera, Lee Chong Wei berhasil mengamankan tiket ke semifinal setelah mengandaskan pemain muda asal Jepang, Kenichi Tago rubber game 21-12, 8-21, 21-12 di perempatfinal Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) 2010, Jumat (25/6/2010).

Di game pertama, Chong Wei melesat jauh meninggalkan Tago 21-12. Unggulan kedelapan asal Jepang ini merasa kurang beruntung mendapat lokasi bermain di court 4. “Saya bermain di court yang sama dengan kemarin (cort empat), jadi agak susah mengendalikan bola. Menurut pengamatan saya selama bermain di sini (DIOSS 2010), court 2 dan 3 lebih menguntungkan, sedangkan court 1 dan 4 berada di tepi lapangan yang banyak angin,” papar Tago.

Hal senada juga diungkapkan Chong Wei. Pebulutangkis nomor satu dunia ini mengaku merasa diuntungkan dengan kondisi lapangan keempat yang berangin. “Memang untuk game pertama saya menang angin. Di game kedua kondisi angin itu justru jadi masalah karena saya tidak bisa mengontrol bola,” ungkap Chong Wei.

Meski demikian, Chong Wei tetap memberi sanjungan pada penampilan pemain berusia 20 tahun ini yang mampu menahannya rubber game. Ini sekaligus menjadi torehan prestasi terbaik Tago dalam rekor lima kali kalah di lima pertemuan.

Empat pertemuan sebelumnya diselesaikan Chong Wei dengan straight game. “Tago sudah bagus, hanya saja kurang pengalaman dan kurang persiapan. Peluang untuk menang (dari saya) masih ada, mungkin masih perlu waktu,” pungkas Chong Wei.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: