Ingin Mengharumkan Nama Orang Tua dan Bangsa Indonesia

Bulutangkis.com – Ada kebanggaan tersendiri bila berhasil meraih beasiswa bulutangkis yang disediakan PB Djarum yang merupakan salah satu klub bulutangkis terbesar di Indonesia. Apa yang menjadi daya tarik?

Tingginya minat masyarakat terhadap olahraga bulutangkis tercermin dari meningkatnya setiap tahun peserta Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum. Audisi yang berlangsung tiga hari di GOR Bulutangkis Djarum Djati, Kudus dari hari Jumat (02/07/10) hingga Minggu (04/07/10) dengan jumlah 850 peserta. Pada tahun 2009 lalu diikuti sebanyak 700 peserta dan tahun 2008 diikuti 445 peserta.

Keinginan mendapatkan beasiswa ini tidak hanya merupakan keinginan para orang tua semata untuk mengikutkan anaknya pada program audisi bulutangkis yang disediakan PB Djarum. Namun dengan informasi yang disajikan PB Djarum secara gencar dari berbagai media seperti televisi, surat kabar, internet dan brosur menimbulkan serta menumbuhkan kesadaran bagi atlit-atlit cilik bulutangkis di seluruh nusantara untuk mengikuti program audisi ini.

Demikian halnya dengan Dwi Septian salah seorang atlit cilik peserta audisi dari PB Pamungkas, Bogor ini mengajak orangtuanya agar mau mengantarkannya mengikuti audisi di Kudus. ‘’Dia sendiri yang mendaftarkan lewat internet,’’ ungkap Bustomi, ayah Septian perihal proses pendaftaran. Dengan transportasi bus selama 22 jam, berangkat dari Bogor ke Kudus yang tiba Kamis malam. ‘’Untung aja panitia masih buka sampai malam untuk menerima pendaftaran ulang,’’ lanjut Bustomi. Selama di Kudus Bustomi dan Septian menginap di rumah warga dengan biaya sebesar Rp. 200.000 selama mengikuti audisi.

Sama seperti Septian peserta Audisi Bulutangkis Djarum lainnya punya keinginan yang sama agar berhasil lolos seleksi dan diterima di PB Djarum. Atlit-atlit yang berhasil lolos seleksi dan terpilih masuk PB Djarum akan memperoleh fasilitas terbaik berupa fasilitas latihan berstandar internasional, mess yang nyaman, makanan yang bergizi dan pelatih yang berpengalaman.

Upaya pemberian fasilitas terbaik ini merupakan komitmen PB Djarum untuk mencetak atlit-atlit bulutangkis yang mengharumkan nama PB Djarum dan Indonesia di dunia bulutangkis internasional. ‘’Atlet tidak lahir secara kebetulan. Sekarang, mereka harus diciptakan dan dikondisikan sejak dini dengan pembinaan yang baik. Sampai saat ini, komitmen kami tetap untuk melahirkan pemain yang bisa berprestasi di tingkat dunia,” ungkap Yoppy Rosimin, ketua PB Djarum kepada media yang hadir mengikuti audisi di GOR Djarum, Kudus, Jumat (02/07/10).

Sementara Fung Permadi Manajer PB Djarum mengungkapkan besarnya biaya seorang atlit selama satu tahun dengan perkiraan hanya mengikuti tiga turnamen di dalam negeri dibutuhkan biaya lebih kurang sebesar 50 juta rupiah untuk setiap atlitnya. ‘’Ini belum terhitung jika atlit dikirim ke luar negeri,’’ jelas Fung.

Besarnya biaya pelatihan bulutangkis untuk memperoleh prestasi yang maksimal maka program Beasiswa Bulutangkis Djarum menjadi menjadi salah satu pilihan menarik yang ingin dicapai masyarakat Indonesia.
Program ini juga melahirkan semangat baru dalam mencintai bulutangkis kedepannya.

‘’Saya ingin mengharumkan nama orang tua dan bangsa Indonesia,’’ ungkap Devi, salah seorang peserta audisi kepada Andi F. Noya dalam acara Kick Andy off air yang berlangsung di tengah ajang Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum Jumat lalu (02/07/10).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: