Jangan Pernah Padam Asa di Bulutangkis

Ana Rovita

JAKARTA, Kompas.com – Meski turnamen Djarum Indonesia Open Super Series 2010 lalu tidak menghasilkan gelar juara, namun publik pantas menyimpan harapan munculnya pemain andal di masa mendatang.

Saat ini Indonesia memang masih banyak bergantung pada pasangan senior Nova Widianto/Lilyana Natsir di nomor ganda campuran. Namun usia Nova yang tak muda lagi membuat pasangan ini tak bisa lagi terus menerus dibebani dengan tugas menang di setiap turnamen.

Asa untuk mendapatkan pengganti Nova/Lilyana setidaknya sempat berembus jika melihat penampilan para pemain muda Indonesia. Mereka adalah Fran Kurniawan/Pia Zebadiah, M. Rijal/Debby Susanto, dan Tontowi Achmad/Greysia Polii.

Tiga pasangan muda Indonesia yang tergabung dalam pelatnas PBSI ini memang belum berhasil mencapai juara. Namun apa yang mereka tunjukkan setidaknya membuka mata bahwa mereka memiliki peluang untuk menggantikan tugas yang diemban Nova/Lilyana.

Fran/Pia dan Rijal/Debby melangkah hingga perempatfinal sebelum tumbang dari lawan yang lebih berpengalaman. Fran/Pia takluk dari Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba, pasangan Polandia yang akhirnya menjadi juara.

Meski kalah, daya juang Fran/Pia terlihat luar biasa. Teknik dan kekompakan pasangan yang baru digabungkan tahun lalu inipun sudah cukup terlihat. Hanya saja, mereka memang masih kalah pengalaman.

“Kita kurang tenang. Di gim kedua kita inginnya cepat selesai karena sudah terbayang semifinal. Ternyata ini membuat kita banyak membuat kesalahan sendiri,” kata Fran, yang merupakan pemain asal PB Djarum.

Sedangkan Rijal/Debby, yang juga berasal dari PB Djarum, takluk dari Hendra Setiawan/Anastasia Russkikh, yang menjadi runner up. Soal pengalaman, Rijal/Debby juga masih kalah dibanding lawannya.

Pasangan terakhir, Tontowi/Greysia yang harus mengikuti babak kualifikasi untuk bisa bertanding di babak utama, kalah di babak kedua dari juara dunia Thomas Laybourn/Kamilla Rytter. Meski kalah, Tontowi/Greysia bisa memberikan perlawanan ketat.

Hasil yang dicapai para pemain muda di nomor ganda campuran ini bisa dibilang yang paling bagus dibanding nomor lainnya. “Saya cukup puas dengan perkembangan mereka. Memang, mereka belum bisa menang. Tapi setidaknya mereka sudah bermain maksimal. Artinya, hasil latihan selama beberapa minggu bisa dikeluarkan secara maksimal. Kalaupun kalah, mereka memang sudah bermain dengan seluruh kemampuan. Prospek mereka cukup bagus asal kembali berlatih dengan keras untuk meraih hasil juara,” kata Richard Mainaky, pelatih ganda campuran pelatnas PBSI.

Di luar pelatnas, kejutan yang dibuat Ana Rovita di nomor tunggal putri juga memberikan angin segar. Ana, pemain yang masih tergabung di PB Djarum, menerobos semifinal meskipun harus melewati babak kualifikasi. Partisipasi Ana juga bersifat dadakan karena ia baru diberitahu bisa ikut bertanding sehari sebelum turnamen dimulai, menyusul ada pemain yang berhalangan tampil.

“Ana memang kurang pengalaman. Namun hasil ini setidaknya membuat dia lebih percaya diri. Ke depan, semoga ada kesempatan buatnya untuk bertanding di turnamen internasional lagi,” kata Rusmanto Djoko, pelatih Ana di PB Djarum.

“Ana memang membuat kejutan. Tapi kami berharap hasil ini tak terlalu dibesar-besarkan oleh media. Biarkan dia berkembang secara wajar saja,” harap Fung Permadi, manajer PB Djarum.

Fenomena ini membuktikan bahwa pemain di luar pelatnas yang dibina oleh klub juga bisa meraih prestasi asal dibina dengan baik dan memiliki kesempatan bertanding. Tanpa mengesampingkan hasil di nomor tunggal putra, ganda putra, dan ganda putri, untuk ukuran pemain muda bisa dibilang nomor ganda campuran dan tunggal putri memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: