PBSI Jajaki Datangkan Pelatih China

JAKARTA–MI: PB PBSI terus menjajaki wacana penggunaan pelatih asing dari China ataupun mantan atlet nasional yang kini melatih di luar negeri. Namun, PB PBSI memilih untuk tidak tergesa-gesa dan tetap mengutamakan efektivitas dan ketepatan berdasarkan kebutuhan.

Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto mengatakan, meski tidak tertutup kemungkinan dari negara lain, China masih diprioritaskan karena merupakan negara bulutangkis terkuat saat ini.

“Untuk mantan atlet, kami membuka kemungkinan memboyong dan menawari mereka untuk kembali melatih di Indonesia,” ujarnya di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (21/7).

Menurut Yacob, hampir di seluruh dunia bisa ditemukan para mantan atlet Indonesia, semisal Vietnam, India, Malaysia, Singapura, Denmark, Ceko, Spanyol, Hongkong, Taiwan. “Kita bangga ada banyak orang Indonesia yang melatih di luar. Di sisi lain, kita juga tidak bisa melarang jika mereka memutuskan melatih di luar,” ujarnya.

Menurut dia, tujuan penggunaan pelatih luar memang untuk mendongkrak prestasi bulutangkis nasional yang saat ini terus mendapat sorotan akibat terpuruk. Meski begitu, kehadiran pelatih asing di Pelatnas Cipayung diusahakan tidak sampai menyinggung tim pelatih lokal yang saat ini dikepalai mantan atlet top, Christian Hadinata.

“Pelatih asing hanya digunakan dalam jangka pendek, sekitar 2-5 tahun. Mereka tidak terikat selamanya, hanya untuk sharing ilmu juga pada tim pelatih di Pelatnas,” ujarnya.

Selain itu, saat ini tim kepelatihan juga telah terus menyempurnakan pola latihan sebagai bahan evaluasi minimnya prestasi Indonesia belakangan, baik dari segi kualitas ataupun kuantitas latihan. “Untuk kuantitas, saat ini telah dilakukan penambahan sesi latihan. Kalau dulu pagi hanya 1 sesi, sekarang pada beberapa nomor bisa 3 sesi, pagi, siang, malam,” ujarnya.

Untuk kuantitas, tim pelatih sudah melakukan inovasi terhadap metode latihan. Salah satunya, tim pelatih merancang alat-alat pendukung yang mampu menggenjot kecepatan pukulan ataupun manuver pergerakan atlet.

Saat ini, terdapat 10 pelatih di Pelatnas Cipayung yang hampir sebagian besar merupakan mantan pebulu tangkis terbaik Indonesia, di antaranya Richard Mainaky, Agus Dwi Dantoso, Sigit Pamungkas, Haryono, dan Marlev Mainaky.

Menurut Yacob, wacana dan desakan banyak pihak terkait penggunaan pelati hasing pun telah pihaknya sosialisasikan di antara tim kepelatihan saat ini. Hal itu untuk meminimalisasi potensi terjadinya friksi di tubuh tim pelatih sendiri.

“Kita tidak ingin wacana ini seakan mengkambinghitamkan pihak tertentu, bukan siapa salah siapa benar. Kita hanya ingin berjuang bersama-sama agar tradisi emas di olimpiade bisa terus dipertahankan,” ujarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: