Lima Tunggal Putri Unggulan Tumbang

SURABAYA, KOMPAS.com — Sebanyak lima pebulu tangkis unggulan tunggal putri langsung tumbang di babak awal turnamen Sunkist Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010 di Surabaya, Selasa (27/7/2010).

Unggulan kedua, Lianne Tan asal Belgia, secara mengejutkan menyerah dua game langsung dari pemain nonunggulan, Silvina Kurniawan, 18-21, 24-26.

Hasil sama juga dialami “seeded” ketiga asal Perancis, Perrine Lebuhanic, yang takluk dari pemain tuan rumah, Tri Wulan Kartikasari, 14-21, 15-21, dalam waktu 35 menit.

Tiga pemain unggulan lain yang juga harus angkat koper di babak awal turnamen berhadiah total 15.000 dollar AS (sekitar Rp 135 juta dengan kurs Rp 9.000) ini adalah Hadia Hosny asal Mesir dan Tee Ying Ji dari Malaysia.

Hadia Hosny yang menempati unggulan kelima tidak berkutik saat menghadapi Febby Angguni dan kalah telak 9-21, 8-21. Sementara itu, Tee Ying Ji (unggulan kedelapan) dibekuk Rizky Amelia Pradipta dengan dua game langsung, 16-21, 17-21.

Satu pemain unggulan lain yang juga tergusur adalah Chanida Julrattanamanee. Unggulan ke-10 asal Thailand ini sempat memberikan perlawanan hingga tiga game sebelum kalah 10-21, 21-18, 14-21 dari wakil tuan rumah Melvira Oklamona. “Hasil ini memberi bukti bahwa kualitas pemain-pemain Indonesia masih lebih baik, kendati mereka tidak masuk daftar unggulan,” kata pelatih bulu tangkis Jatim, Ferry Stewart.

Hasil mulus dibukukan juara bertahan sekaligus unggulan teratas, Fransiska Ratnasari. Mantan pemain pelatnas ini tidak menemui kesulitan saat mengalahkan Shinta Saiche (Perancis) dengan skor 21-12, 21-12.

Adapun pemain pelatnas, Aprilia Yuswandari, juga menang mudah, 21-7, 21-6, atas wakil Perancis lainnya, Elsa Danckers. “Bisa menang mudah karena kualitas lawan memang belum seberapa,” kata Aprilia seusai pertandingan.

Pada babak berikutnya, Aprilia Yuswandari akan ditantang pemain nonunggulan, Mega Silvi Ellysa, sementara Fransiska bertemu wakil Malaysia, Lian Yang Li.

Pertandingan hari pertama Indonesia Challenge diwarnai delapan partai walk over yang terjadi di nomor tunggal putra dan putri serta ganda campuran.

Sekretaris Panitia Indonesia Challenge, Eddyanto Sabarudin, mengatakan bahwa pemain yang tidak hadir di lapangan tanpa alasan jelas akan dikenai denda sebesar 250 dollar AS (sekitar Rp 2,25 juta). “Sesuai aturan yang diberlakukan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), pemain yang tidak hadir tanpa alasan jelas atau mundur wajib membayar denda,” katanya kepada Antara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: