Simon dan Hayom Saling “Bunuh”

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua pemain tunggal putra Indonesia, Dionisius Hayom Rumbaka dan Simon Santoso, bertemu di babak 16 besar Macau Terbuka Grand Prix Gold. “Perang saudara” yang akan berlangsung pada Kamis (29/7/2010) ini untuk memperebutkan satu tempat di perempat final.

Dalam pertandingan putaran kedua, Rabu (28/7/2010), Hayom yang menjadi unggulan 10 belum menghadapi kesulitan berarti dalam turnamen berhadiah total 120.000 dollar AS itu. Ia menang mudah atas Raul Must dari Estonia, 21-11, 1-16.

Adapun Simon yang menjadi unggulan keempat menang atas pemain China, Huang Yuxiang, 21-14, 21-13.

Pertemuan Hayom dan Simon di satu sisi menguntungkan karena salah satu di antara mereka sudah pasti meraih satu tempat di perempat final. Namun, pertemuan ini juga merugikan karena kita harus kehilangan pemain lainnya.

Selain mereka, Sony Dwi Kuncoro yang menjadi unggulan ketiga juga meraih tempat di babak 16 besar setelah mengungguli pemain Hongkong, Dick Chan, 21-17, 21-15.

Sementara itu, satu-satunya wakil tunggal putri dalam turnamen tersebut, Adriyanti Firdasari, membukukan kemenangan pertama dengan menyisihkan pemain Kanada, Michelle Li, 21-10, 21-16. Selanjutnya, Firdasari akan melawan pebulu tangkis Singapura, Xing Aiying, yang dipaksa bermain tiga game oleh Susan Egelstaff dari Skotlandia sebelum menang dengan hasil 21-18, 15-21, 21-14.

Pada pertemuan sebelumnya di Swiss Terbuka 2008, Firdasari mengalahkan pemain Singapura tersebut dalam tiga game 21-18, 20-22, 21-18.

Sedianya pelatnas Cipayung akan mengirim dua tunggal putri untuk berlaga di Macau. Namun, pemain lainnya, Maria Febe Kusumastuti, batal berangkat karena cedera pergelangan kaki.

“Ya, Febe tidak jadi berangkat karena pergelangan kakinya cedera sejak sebelum (mengikuti) Malaysia Grand Prix Gold lalu,” kata pelatih tunggal putri pelatnas, Marleve Mainaky, yang menambahkan bahwa saat ini Febe masih dalam proses penyembuhan.

Kido/Lita tumbang

Adapun ganda campuran Markis Kido/Lita Nurlita, yang awal bulan ini mencapai semifinal di Malaysia Grand Prix Gold, langsung tumbang pada pertandingan pertama mereka di Macau.

Pasangan peringkat ke-105 dunia itu kalah oleh pasangan Thailand unggulan ketiga, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, 13-21, 21-13, 18-21.

Pada game ketiga, pasangan yang tampil pada turnamen keempat mereka itu mampu mengimbangi ganda Thailand hingga unggul tipis 13-12. Namun, enam poin beruntun membawa kemenangan bagi pasangan Thailand.

“Pada saat-saat terakhir, kami malah kurang tenang sehingga banyak mati sendiri,” kata Kido, yang juga maju ke babak 16 besar pada ganda putra bersama Hendra Setiawan.

Pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah juga membukukan kemenangan atas Yohan Hadikusumo Wiratama/Tse Ying Suet asal Hongkong, 21-17, 21-16, untuk bertemu unggulan ketujuh, Shin Baek Cheol/Yoo Hyun Young.

Fran mengatakan, pertemuan tersebut adalah pertemuan kali pertama dengan pasangan tersebut. Namun, di Indonesia Super Series bulan lalu, ia berhasil mengalahkan Shin Baek Cheol yang berpasangan dengan Lee Hyo Jung.

Di Macau, Lee Hyo Jung kembali berpasangan dengan Lee Yong Dae sebagai unggulan kedua. Namun, mereka langsung menyerah pada pertandingan pertama karena tidak melanjutkan pertandingan saat baru tertinggal 1-2 oleh pasangan Evgeny Dremin (Rusia)/Mak Ka Lei (Macau).

Pasangan juara olimpiade tersebut tidak melanjutkan pertandingan karena Lee Hyo Jung mengalami cedera pinggang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: