Dwi Balas Kekalahan Tahun Lalu

Ganda Rizki Yanu/Dwi Agustiwati menang.

DENPASAR, Kompas.com – Pemain pelatnas, Dwi Agustiawati dapat membalas kekalahan yang dialaminya dari Gustiani Megawati Sari di kejuaraan sirkuit nasional tahun lalu.

Pengalaman kalah mendekati partai puncak di kejuaraan sirkuit nasional tahun lalu,menjadi sebuah kenangan buruk bagi pemain Pelatnas, Dwi Agustiawati.

Dwi yang saat ini sudah di konsentrasikan di nomor ganda putri, kembali turun di nomor ganda campuran untuk Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Regional IX di Bali dengan dipasangkan bersama Rizki Yanu Kresnayandi. Turunnya di nomor ganda campuran, membuat Dwi memiliki kesempatan untuk bisa kembali bertemu dengan rivalnya, Gustiani Megawati Sari.

Kenangan kekalahan atas Mega, sapaan akrab Gustiani, itulah yang membuatnya sangat berambisi untuk bisa memenangkan laga di babak kedua kejuaraan berhadiah total Rp 165 juta ini. Sebelum berlaga di babak kedua ini, Rizki/Dwi sendiri berhasil menang atas pasangan gado-gado Ceko/Indonesia, Pavel Drancak/Sinta dengan 21-15 dan 21-6 di babak pertama Selasa (3/8) lalu.

Partai balas dendam pun terjadi di babak kedua, setelah Mega yang berpasangan bersama Viki Indra Okvana mendapat bye di babak pertama setelah mereka diunggulkan di tempat kedua.

Rizki/Dwi terlihat sempat tertinggal 0-2 di awal game pertama. Tetapi kemudian mereka berhasil mengumpulkan 5 angka berturut-turut, bola-bola potongan Dwi di depan net pun membuat Rizki mudah untuk menyelesaikan bola-bola tinggi dengan smes kerasnya, mereka pun memimpin 6-4 dan membawa 11-9 di interval.

Setelah interval mereka sempat mengendur, dan akhirnya skor sama di angka 13. Kehilangan 4 angka berturut-turut membuat pasangan yang baru dipasangkan kembali ini tertinggal 13-17. Tak mau tertinggal, Rizki/Dwi tampil lebih ngotot dan mereka pun meroket di angka 19-17 sampai akhirnya game pertama ditutup 21-19.

Game kedua, Rizki/Dwi lebih membabi buta, membuka game kedua dengan 2-0 mereka melesat ke angka 11-4 di jeda. Tekanan demi tekanan tak mampu diatasi oleh lawannya yang baru saja menjadi semifinalis di kejuaraan Indonesia Challenge minggu lalu, mereka semakin tak terhentikan, memimpin jauh 19-8, mereka pun memastikan tiket ke perempat final dengan 21-9.

“Saya memang sangat ingin mengalahkan dia (Mega – red), apalagi mengingat dulu pernah kalah di semifinal Sirnas Tegal 2009,” paparnya.

Motivasi untuk membalas kekalahannya dulu, membuat Dwi tampil lebih ngotot dan lebih berani di lapangan. “Kunci kemenangan tadi ya saya lebih berani di depan net, jadi Rizki dengan mudah menyerang mereka,” lanjutnya.

Di perempat final nanti, mereka akan menghadapi pasangan Sandi Darma Kusuma/Devi Tika Permatasari yang dipaksa bermain rubber game oleh Didit Juang Indiarto/Delis Yuliana dengan 17-21, 21-16 dan 23-21.

Dwi menganggap lawannya memang cukup berat, tapi hal ini tak menutup kemungkinannya untuk memenuhi ambisinya agar bisa mencapai babak semifinal. “Perempat final sudah berat, tapi target saya ya ingin masuk semifinal dulu, kalau bisa lolos ya pasti ingin bisa jadi juara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: