Pemain Pelatnas Diuji di Bali

DENPASAR, Kompas.com – Para pemain Pelatnas Pratama yang bulan lalu mendominasi gelar juara di Tegal, akan diuji kemampuannya lagi di Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Regional IX di Bali, 2-6 Agustus 2010 ini.

Di Tegal, para pemain Pelatnas Pratama  merebut empat gelar juara kelompok dewasa. Keempat gelar juara itu diraih dari nomor tunggal dan ganda putri, ganda putra, serta ganda campuran. Satu-satunya gelar yang tidak mampu dijuarai pemain pelatnas, adalah tunggal putra.

Gelar juara tunggal putri direbut oleh Rizki Amelia Pradipta dengan mengalahkan pemain PB Djarum Kudus yang juga bekas pemain pelatnas, Maria Elfira Christina.

Bahkan, terjadi final sesama pemain pelatnas di ganda putri, yang dimenangi Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah dengan mengalahkan Ayu Rahmasari/Dwi Agustiawati.

Ganda putra juga melibatkan final sesama pemain pelatnas. Andrei Adistia/Rachmat Ardianto yang menjadi unggulan kedua mengalahkan unggulan ketiga Albert Saputra/Rizki Yanu Kresnayandi.

Pasangan campuran Riky Widianto/Jenna Gozali, duet muda belia ini, menekuk pasangan senior Tri Kusuma Wardana/Nadya Melati.

Sayangnya, pelatnas tidak mampu menyapu bersih gelar juara karena Pandu Dewantoro telah dikalahkan oleh Senatria Agus Setiaputra, mantan pemain pelatnas yang kini bergabung di SGS Elektrik.

Kini, Pelatnas Cipayung akan mengirimkan kembali wakilnya. “Sirnas sangat baik untuk para pemain muda pelatnas. Ini seperti ujian bagi mereka. Kami berharap para pemain pelatnas akan bermain sebaik mungkin di Bali nanti. Dengan sering juara, seperti di Tegal lalu, maka itu akan dapat meningkatkan moral dan rasa percaya diri anak-anak untuk tampil di berbagi pertandingan pada masa mendatang,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Lius Pongoh.

Selain nomor dewasa, kejuaraan bergengsi ini akan mempertandingan kelompok lainnya, yaitu anak-anak, pemula, remaja, dan taruna.

Kejuaraan ini diikuti para pemain papan atas Indonesia yang juga bekas pemain pelatnas, seperti Nadia Melati, yang tahun lalu bersama Devi Tika merebut enam gelar juara ganda putri. Nadia/Devi akan tampil lagi guna merebut gelar juara di Pulau Dewata.

Meskipun labelnya nasional, kejuaraan ini diikuti pula beberapa pemain dari luar negeri. Ada 10 negara asing yang ikut ambil bagian, yakni Singapura, Jepang, Malaysia, Jerman, Belanda, Wales, Thailand, Prancis, Rep Ceko, dan Brunei.

Sebanyak 1.150 pemain akan ambil bagian dalam turnamen yang menyediakan hadiah Rp 165 juta ini. Ada 92 klub yang berasal dari 14 Pengurus Provinsi PBSI di Indonesia dengan jumlah pertandingan sebanyak 1.190 partai. “Kami gembira karena pemain begitu antusias mengikuti kejuaraan ini, terbukti dengan banyaknya peserta,” kata Ketua Panitia Djarum Sirnas Bali, I Komang Nova.

Karena membludaknya jumlah peserta, maka kejuaraan ini akan menggunakan tiga GOR sekaligus, yaitu GOR Lila Bhuana, sebagai GOR utama, kemudian GOR Ngurah Rai, dan GOR Tembau.

Menurut Ketua Bidang Turnamen dan Perwasitan PB PBSI Mimi Irawan, jumlah tahun ini meningkat tajam dibanding tahun lalu.
”Partai yang dipertandingkan berjumlah 1.190, sedangkan tahun lalu (di Bali) hanya 736 partai. Kami menggunakan tiga GOR sekaligus karena takut selesai tengah malam, kasihan atletnya,” kata Mimi.

Mimi merasa gembira karena semakin hari Djarum Sirnas semakin banyak pesertanya. “Kita tidak stagnan dalam melakukan pembinaan, dan kita berharap, dengan semakin gencarnya kita membina, maka akan berpengaruh positif terhadap prestasi kita, khususnya internasional. Kita tentu ingin mengembalikan kejayaan bulutangkis, seperti  merebut kembali Piala Thomas dan Uber, dan Piala Sudirman. Selain itu, tentu kita ingin mengamankan tradisi emas di Olimpiade, dan berbagai kejuaraan lainnya. Dari Sirnas, Indonesia akan mendapatkan pemain andalannya. Pemandu bakat mendapatkan lebih banyak pilihan dan harus menyeleksi dengan benar,” ujar Mimi.

Senada dengan Mimi, perwakilan dari PT Djarum, Roland Halim mengaku gembira karena kejuaraan ini selalu dibanjiri peserta. Dia pun berharap, Djarum Sirnas akan lahir jagoan masa mendatang, karena banyak pemain muda potensial yang tampil. “Kami senang dan gembira karena dapat berpartisipasi di kejuaraan ini. Ini komitmen kami dalam usaha memajukan bulutangkis Indonesia. Harapan kami, calon-calon juara dunia akan lahir dari sini,” kata Roland.

Menariknya lagi, seperti yang sudah dilakukan di seri-seri Djarum Sirnas sebelumnya, turnamen tersebut mendapat dukungan Djarum Online ScoreTM (DOS) yang dapat menampilkan grafis 3D dan poin-point pertandingan secara real time melalui situs www.djarumsuper.com akan menambah hype dari event ini, terutama bagi teman-teman, sanak saudara, maupun penggemar-penggemar yang tidak dapat menyaksikan langsung atlet favoritnya berlaga.

DOS menampilkan poin-poin pertandingan secara real time. Pengakses situs dapat memilih laga yang diinginkan dari beberapa lapangan yang sedang bertanding, mereka pun dapat melihat posisi pemain yang sedang bertanding. Melalui website www.djarumsuper.com, pencinta bulutangkis yang tidak menyaksikan langsung tetap dapat merasakan ketatnya atmosfer persaingan di lapangan.

Menurut Mimi, sistem baru tersebut sangat membantu jalannya pertandingan karena lebih efektif dan efisien. Sistem itu telah diujicobakan di lima Djarum Sirnas sebelumnya, yaitu di Balikpapan, Manado, Pekanbaru, Jakarta, dan Bandung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: