Tontowi/Liliyana Juara, Firda Gagal

JAKARTA, KOMPAS.com — Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menyabet gelar juara ganda campuran Macau Terbuka Grand Prix Gold. Pada partai puncak turnamen berhadiah 120.000 dollar AS ini, Minggu (1/8/2010), pasangan pelatnas Cipayung yang merupakan unggulan keenam ini menang straight set 21-14, 21-18 atas unggulan utama yang merupakan mantan pemain pelatnas, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa.

Dengan demikian, ini merupakan gelar pertama Tontowi/Liliyana dalam debut mereka sebagai pasangan baru. Selama ini, Liliyana selalu berpasangan dengan Nova Widianto dan Tontowi dengan Greysia Polii. Sementara itu, bagi Hendra AG/Vita, kegagalan tersebut menjadi ulangan kejadian tahun lalu. Di turnamen yang sama, Hendra AG/Vita juga berhasil menembus final, tetapi gagal menjadi juara.

Dalam pertarungan berdurasi 30 menit, Tontowi/Liliyana bermain sangat bagus. Pada set pertama, mereka terus menekan lawan meskipun mendapat perlawanan ketat sehingga terjadi kejar-mengejar poin. Namun selepas kedudukan 8-8, Tontowi/Liliyana mulai menjauh, apalagi setelah meraih enam poin secara beruntun untuk memimpin 18-10, sampai menang 21-14.

Pada set kedua, duel masih berlangsung seimbang meskipun Tontowi/Liliyana hampir selalu berada di depan. Mirip dengan set sebelumnya, pada game kedua ini pun terjadi kejar-mengejar angka sampai kedudukan 9-9, sebelum Tontowi/Liliyana menjauh lagi.

Namun, Hendra AG/Vita sempat mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 14-14. Sayang, sampai di sini saja usaha keras Hendra AG/Vita untuk mengimbangi permainan Tontowi/Liliyana. Setelah itu, pasangan pelatnas tersebut tak tersentuh lagi sampai menang 21-18 dan menyabet gelar pertama mereka.

Tunggal dan ganda putri gagal

Pada final ini, Indonesia menempatkan lima wakil, termasuk all-Indonesian final di sektor ganda campuran. Tiga nomor lain yang diikuti pemain dari Tanah Air adalah tunggal putri, ganda putri, dan ganda putra. Namun, peluang meraih gelar di dua nomor putri (tunggal dan ganda) harus pupus karena wakil Indonesia keok.

Adriyanti Firdasari, yang menjadi satu-satunya pemain tunggal Indonesia di turnamen ini, harus mengakui kehebatan pemain China, Li Xuerui. Dalam pertarungan selama 33 menit, Firdasari kalah dua set langsung, 18-21, 15-21.

Inkonsistensi menjadi faktor penghambat Firdasari. Setelah kalah pada set pertama, di set kedua, Firdasari sempat menguak harapan untuk mengejar berkat keunggulan telak atas lawannya pada kedudukan 9-5. Namun, perolehan poin Firdasari mulai lambat sehingga lawan bisa menyusul dan menyamakannya pada kedudukan 12-12, sebelum melaju dan mengakhiri pertandingan dengan skor 21-15.

Dari nomor ganda putri, Meiliana Jauhari/Greysia Polii mengawalinya dengan bagus karena pada set pertama, unggulan kelima ini menang 21-16 atas unggulan ketiga dari Taiwan, Hsing Cheng Wen/Chin Chien Yu. Namun, pada dua set selanjutnya, Meiliana/Greysia gagal mempertahankan momentum sehingga lawan menang 21-18, 21-16, dalam duel yang secara keseluruhan menghabiskan waktu 52 menit.

Comments
One Response to “Tontowi/Liliyana Juara, Firda Gagal”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] full post on macau « WordPress.com Tag Feed Interesting Stuff Strolling in Macau. A Visitor's Guide to Macau, Taipa, and Coloane.From its […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: