8 Pebulu Tangkis Perancis Akhiri Latihan

SURABAYA, Kompas.com – Delapan pebulu tangkis junior asal Perancis mengakhiri program latihan di klub Jaya Raya Suryanaga Surabaya yang telah dijalani selama dua pekan terakhir.

Pelatih tim junior Perancis Patric Delabreille yang ditemui wartawan di Surabaya, Jumat (13/8/10), mengatakan, program latihan sekaligus mengisi liburan musim panas ini, bertujuan mencari pengalaman dan mengasah kemampuan teknik bermain anak asuhnya.

“Mereka mendapat banyak manfaat dengan berlatih di Suryanaga yang sebelumnya tidak pernah didapatkan selama di Perancis,” kata Patric, yang sudah dua kali mendampingi anak asuhnya berlatih di Surabaya.

Selain itu, lanjutnya, anak asuhnya juga mendapat lawan tanding yang lebih baik selama menjalani latihan di Surabaya, sehingga bermanfaat untuk meningkatkan mental dan kualitas permainan.

Selama di klub Jaya Raya Suryanaga, kedelapan pebulu tangkis Perancis itu mendapat porsi latihan hampir sama dengan pemain-pemain klub setempat.

Salah satu pebulu tangkis junior Perancis Fanny Arnau mengaku cukup senang karena mendapatkan banyak tambahan ilmu soal teknik permainan bulu tangkis.

“Di sini kami lebih banyak mendapat porsi latihan teknik dan memang itu yang kami butuhkan. Setelah pulang dari Surabaya, kami akan terapkan tenik berlatih seperti itu,” ujar pemain berusia 17 tahun itu.

Pelatih klub Jaya Raya Suryanaga, Wijanarko Adimulya, mengatakan pebulu tangkis Perancis yang berlatih tersebut, merupakan atlet nasional kelompok pratama yang disiapkan untuk masa depan.

“Kami memang menjalin kerja sama dengan Perancis untuk program ini sejak 2003 dan setiap tahun ketika liburan musim panas, mereka selalu datang ke Surabaya,” katanya.

Kerja sama ini tidak lepas dari keberadaan mantan pemain Suryanaga Arif Rasidi dan istrinya Weni Rasidi, yang sejak 2002 menjadi pelatih di negara tersebut.

Pertengahan Juli lalu, Arif Rasidi juga membawa beberapa anak asuhnya berlatih di Suryanaga, sebelum mengikuti turnamen Indonesia International Challenge.

Wijanarko mengatakan beberapa pemain Perancis yang pernah menimba ilmu di Suryanaga, saat ini sudah menjadi pemain andalan dan memiliki peringkat cukup bagus di benua Eropa.

“Kami memang lebih banyak memberikan porsi latihan teknik, karena waktunya yang cukup singkat. Bahkan, beberapa pemain Perancis sempat mengeluh dan menangis ketika diberikan latihan fisik yang berat. Tapi, mereka ternyata cukup senang juga,” tambahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: