Dramatis! Nova/Liliyana ke Semifinal

JAKARTA, Kompas.com – Nova Widianto/Liliyana Natsir memenangi laga dramatis selama tiga set melawan pemain Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen di perempat final China Masters Super Series, Jumat (17/9/10). Dalam laga berdurasi 1 jam di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Nova/Liliyana yang merupakan unggulan utama tersebut menang 21-12, 19-21, 22-20.

Pertarungan ganda campuran terbaik Indonesia ini benar-benar menegangkan, terutama di set kedua dan ketiga. Bagaimana tidak, mereka sudah berada di ujung tanduk dan terancam angkat koper dari turnamen berhadiah 250.000 dollar AS ini. Tetapi, mental juara yang dimiliki peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 ini membuat mereka bisa mengatasi tekanan dan berhasil meraih tiket semifinal.

Di babak empat besar, Nova/Liliyana dikepung para pemain China. Unggulan utama ini, yang berada di paruh atas, akan menghadapi Xu Chen/Yu Yang, yang menyingkirkan unggulan ketiga dari Thailand Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam dengan 21-18, 14-21, 21-19. Jika lolos, maka Nova/Liliyana kembali menghadapi pemain tuan rumah, sebab di paruh bawah terjadi all-Chinese semifinal yang mempertemukan unggulan 7 Tao Jiaming/Tian Qing vs He Hanbin/Ma Jin (unggulan 8).

Pada set pembuka, Nova/Liliyana tak mendapat perlawanan sengit. Selepas kejar-mengejar poin hingga kedudukan 3-3, Nova/Liliyana langsung melejit dan jauh meninggalkan lawannya, yang merupakan unggulan 6. Raihan lima poin secara beruntun membuat pasangan nomor satu dunia tersebut memimpin 11-4, sampai menang 21-12.

Di set kedua, giliran Joachim/Christinna yang mengamuk, karena membukanya dengan keunggulan 5-0, dan terus menjauhi kejaran sampai kedudukan 12-3. Meskipun sudah sangat jauh tertinggal, Nova/Liliyana bisa bangkit untuk mengejar dan nyaris memaksa deuce. Ketika tertinggal 14-20, Nova/Liliyana bisa meraih lima poin untuk membuat kedudukan menjadi 19-20. Sayang, di saat kritis ini mereka gagal menambah angka, sehingga memberikan keuntungan kepada lawan yang menang 21-19, sekaligus memaksa rubber game.

Pada awal set penentuan, Nova/Liliyana tampaknya akan dengan cepat mengakhiri pertandingan karena sudah memimpin 5-1. Tetapi, Joachim/Christinna bisa mengejar dan membalikkan situasi, yang membuat Nova/Liliyana tertekan.

Saat tertinggal 4-6, Joachim/Christinna meraup empat poin untuk membalikkan kedudukan menjadi 8-6, dan sejak itu mereka terus memimpin perolehan poin. Bahkan, pasangan Denmark tersebut sudah selangkah menuju semifinal ketika memimpin 20-16.

Dalam keadaan terjepit itu, Nova/Liliyana menunjukkan semangat dan mental yang sangat kuat. Perlahan tapi pasti, Nova/Liliyana menyusul dan bisa menyamakan kedudukan, sebelum menyudahi pertandingan dengan kemengan 22-20, berkat enam poin beruntun yang diraih.

Hasil ini membuat Nova/Liliyana menambah rekor kemenangannya atas Joachim/Christinna menjadi 3-1, sekaligus melakukan balas dendam. Pada pertemuan terakhir sebelum laga ini, yaitu di Jepang Terbuka Super Series 2009, Nova/Liliyana ditaklukkan dengan straight set 18-21, 12-21.

Nova/Liliyana juga jadi satu-satunya harapan Indonesia untuk meraih gelar di turnamen ini. Sebab, hanya mereka yang berhasil ke semifinal, setelah ganda putri Meiliana Jauhari/Greysia Polii disingkirkan unggulan utama dari Taiwan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: