Juara All England Dikepung Pemain China

Tine Baun, jadi harapan dunia untuk meruntuhkan dominasi China di semifinal China Masters Super Series 2010.

JAKARTA, Kompas.com — Peraih gelar juara All England 2010, Tine Baun, dikepung para pemain China di semifinal China Masters Super Series. Tunggal putri nomor satu Denmark tersebut melangkah ke babak empat besar turnamen berhadiah 250.000 dollar AS ini setelah menang straight set 21-8, 21-17 atas unggulan lima dari Perancis, Pi Hongyan, Jumat (17/9/2010).

Selanjutnya, Tine akan menghadapi unggulan utama yang merupakan pemain nomor satu tuan rumah, Wang Yihan (menang 21-9, 18-21, 21-9 atas kompatriotnya, Xia Jingyun). Duel besok akan menjadi partai ulangan final All England, ketika itu Tine menang 21-14, 18-21, 21-19.

Tine memiliki misi yang sangat berat di turnamen ini karena dia merupakan satu-satunya harapan dunia untuk meruntuhkan dominasi para pemain China. Ya, jika Tine kembali menaklukkan Wang Yihan (secara head to head Tine unggul 4-3), maka dia harus bertemu lagi dengan wakil tuan rumah. Pasalnya, di partai lain terjadi all-Chinese semifinal, yang mempertemukan unggulan 3 Wang Shixian versus Wang Xin (unggulan 2).

China superior!

Turnamen China Masters ini menunjukkan dominasi tuan rumah, yang memang sangat superior. Selain di sektor tunggal putri di mana mereka sudah pasti memiliki wakil di final, China juga telah memastikan diri meraih gelar tunggal putra karena di dua partai semifinal terjadi pertarungan sesama pemainnya.

Keberhasilan Bao Chunlai (unggulan 5) mengalahkan pemain Denmark, Christian Lind Thomsen, kesuksesan Chen Long (unggulan 7) menaklukkan pemain Taiwan, Chen Chou Tien, disusul kemenangan Lin Dan (unggulan 4) atas pemain Hongkong, Hu Yun, serta Wang Zhengming atas pemain Korea Selatan, Lee Hyun Il, membuat mereka menguasai semifinal. Di atas kertas, Lin Dan berpeluang besar terus melangkah sampai final dan menjadi juara.

Di sektor ganda putri, China juga meloloskan tiga wakil sehingga mereka mengepung unggulan utama dari Taiwan, Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin. Pasangan belum ngetop, Bao Yixin/Lu Lu, yang mendapat tugas pertama untuk menghadang ganda Taiwan tersebut di semifinal besok. Jika gagal, maka selanjutnya pekerjaan bagi pemenang duel antara unggulan 2, Cheng Shu/Zhao Yunlei versus Wang Xiaoli/Yu Yang (unggulan 5), untuk menaklukkannya.

Setali tiga uang, untuk nomor ganda campuran pun China sudah pasti menempatkan satu wakil di final karena mereka meloloskan tiga wakil ke babak empat besar. Satu-satunya pasangan yang menjadi penghalang China adalah unggulan utama dari Indonesia, Nova Widianto/Liliyana Natsir, yang lebih dulu dijajal Xu Chen/Yu Yang. Di partai lain, terjadi pertarungan antara Tao Jiaming/Tian Qing (unggulan 7) versus He Hanbin/Ma Jin (unggulan 8).

China hanya “gagal” di sektor ganda putra. Sebab, Negeri Tirai Bambu ini tinggal berharap kepada pasangan unggulan kelima, Cai Yun/Fu Haifeng. Langkah juara dunia 2009 dan 2010 ini pasti sangat berat karena di semifinal mereka bertemu musuh bebuyutannya dari Korea Selatan, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (unggulan 3). Secara statistis, Cai Yun/Fu Haifeng unggul 5-4, tetapi pada pertemuan terakhir di Korea Terbuka Super Series pada 17 Januari lalu, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae yang menang rubber set 21-11, 14-21, 21-18.

Semifinal lainnya untuk sektor ganda putra mempertemukan pemain Malaysia, Chan Peng Soon/Lim Khim Wah, dengan unggulan 4 dari Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: