Nova: Lanjutkan Supremasi, Tontowi!

Nova Widianto dan Liliyana Natsir

JAKARTA, Kompas.com – Pemain ganda campuran peringkat satu dunia Nova Widianto berharap penggantinya, Tontowi Ahmad (23), dapat melanjutkan supremasi ganda campuran yang sudah dirintis pendahulunya.

“Sekarang dia yang melanjutkan tongkat estafet, saya harap dia bertanggung jawab melanjutkan supremasi di sektor itu (ganda campuran), harus jadi andalan,” kata Nova di Jakarta, Rabu (29/9/10).

Sehari sebelumnya, pelatih ganda campuran Richard Mainaky menyampaikan bahwa posisi Nova–yang berpasangan dengan Liliyana Natsir (25)–untuk Asian Games di Guangzhou, China, pada November mendatang digantikan pemain muda Tontowi.

Sebelumnya, Tontowi dan Liliyana pernah dicoba di dua kejuaraan, Macau dan Taiwan Grand Prix Gold, yang menghasilkan satu gelar juara dan satu runner-up.

Meski mengaku cukup terkejut dengan keputusan penggantian tersebut, Nova yang tahun ini akan genap berusia 33 tahun, mengatakan sudah jauh-jauh hari siap diganti.

“Sejak lama sudah bilang akan mundur, tetapi saya diminta bertahan sampai Asian Games,” kata peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 bersama Liliyana itu.

Setelah batal ke Asian Games, Nova yang sedianya akan berpasangan dengan Shendy Puspa Irawati di Indonesia Terbuka GP Gold bulan depan di Samarinda, mengatakan tidak akan ambil bagian dalam turnamen tersebut.

“Rencananya, berpasangan dengan Shendy di Samarinda adalah pemanasan sebelum ke Asian Games, tetapi karena batal berangkat, sepertinya saya tidak akan main di sana. Saya juga tidak siap (main) karena sudah beberapa hari ini tidak latihan,” kata Nova yang berencana akan segera mundur dari tim nasional itu.

“Saya kan diminta main sampai Asian Games, dan saya sanggup, sekarang kalau tidak main Asian Games, ya, saya mau apalagi? Mungkin saya akan bilang pelatih kalau bisa saya mundur saja,” kata Nova yang berencana tetap bermain bulu tangkis kendati sudah di luar Pelatnas.

Ditanya kapan kemungkinan mundur dari Pelatnas, Nova mengatakan, “Maunya sih secepatnya, tetapi kan semua perlu proses, harus ada persetujuan dan (penyelesaian) kontrak.”

Nova mulai berpasangan dengan Liliyana pada akhir 2004 setelah pasangannya Vita Marissa harus menjalani perawatan cedera bahu usai mengikuti Olimpiade Athena yang berakhir di perempat final.

Setahun kemudian mereka menjadi juara dunia di Anaheim, Amerika Serikat dan sejak 2006 mereka sudah menempati posisi nomor satu dunia hingga sekarang meskipun sempat beberapa kali turun.

Pada 2007 mereka meraih gelar juara dunia untuk keduakalinya, namun setelah menjuarai Perancis Super Series 2009, pasangan tersebut belum pernah meraih gelar lagi. Hasil terbaik pada 2010 adalah runner-up All England dan Singapura Super Series.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: