Nova-Liliyana “Bercerai”, Tontowi Masuk

Nova Widianto (kanan) dan Liliyana Natsir, “diceraikan” di Asian Games.

JAKARTA, Kompas.com – Posisi Nova Widianto dalam tim bulu tangkis Indonesia untuk Asian Games di Guangzhou, China, November mendatang digantikan Tontowi Ahmad. Pelatih ganda campuran Richard Mainaky yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (28/9/10), membenarkan “perceraian” tersebut, yang diputuskan Selasa siang.

“Itu keputusan saya, mengganti Nova (yang November mendatang akan berusia 33 tahun) dengan Tontowi (23),” katanya.

“Saya lihat perkembangannya sampai terakhir, China sudah mulai mencoba pasangan-pasangan baru dengan menurunkan pemain-pemain muda,” kata Richard mengenai negara bulu tangkis terkuat di dunia itu.

Menurutnya, pasangan Nova dan Liliyana Natsir (25) yang saat ini masih menempati peringkat satu dunia selalu kewalahan jika menghadapi pasangan-pasangan muda China tersebut. Karena itu, dia memutuskan untuk memasangkan Liliyana dengan pemain muda, Tontowi.

“Pemain-pemain China itu tidak mau bermain teknik jika melawan Nova/Liliyana tetapi memilih mengadu kekuatan, mereka yakin lebih kuat … Karenanya saya harus berani mengadu dengan pemain saya yang tidak kalah kualitasnya,” tambah Richard.

Pada dua turnamen terakhir, China Masters dan Jepang Terbuka Super Series, China membongkar pasang ganda campuran yang sudah ada sebelumnya untuk membentuk pasangan baru seperti He Hanbin/Ma Jin, Xu Chen/Yu Yang dan Tao Jiaming/Tian Qing.

Sebelumnya He Hanbin berpasangan dengan Yu Yang, Xu Chen pemain ganda putra, Tao Jiaming berduet dengan Zhang Yawen, sedangkan Ma Jin sebelumnya berpasangan dengan Zheng Bo yang terakhir meraih gelar juara dunia bulan lalu.

Pada China Masters, Nova yang berpasangan dengan Liliyana kalah oleh Xu Chen/Yu Yang pada semifinal. Saat itu, Nova mengakui bahwa pasangan tersebut lebih kuat dibanding pasangan sebelumnya (He Hanbin/Yu Yang), terutama pemain putranya.

Sedangkan Tao Jiaming/Tian Qing berhasil meraih gelar di China Masters dan mencapai final di Jepang, kalah oleh rekan senegara mereka Zhang Nan/Zhao Yunlei yang juga pasangan muda.

Richard mengakui, perubahan tersebut bukan tanpa risiko. Memasang Nova/Liliyana dipastikan akan menjadi unggulan namun dengan pemain-pemain China yang tidak diunggulkan, mereka tetap berpeluang bertemu di babak awal.

Begitu pula jika menurunkan Tontowi/Liliyana, peringkat 76 dunia setelah berhasil juara di Macau dan mencapai final di Taiwan GP Gold, tidak bisa diprediksi posisinya dalam undian karena bukan unggulan dan berpeluang bertemu pemain China di awal.

“Jadi berani ngadu (kekuatan) sajalah,” katanya optimistis.

Dalam dua turnamen yang pernah mereka ikuti, Tontowi/Liliyana tidak pernah bertemu pemain China, sementara hasil yang diraih Nova/Liliyana adalah dua kali menjadi runner-up dan duakali mencapai semifinal dalam enam turnamen yang mereka ikuti tahun ini.

Ditanya soal target medali, Richard menyadari bahwa tidak mungkin membebani Tontowi/Liliyana sama dengan target medali emas yang dibebankan kepada Nova/Liliyana.

“Tontowi/Liliyana tidak bisa harus medali emas, tetapi peluang bagi mereka untuk membuat gebrakan tetap ada, apalagi mereka tampil tanpa beban,” katanya.

Selain tuan rumah China, saingan berat Indonesia pada cabang bulu tangkis antara lain adalah Korea Selatan dan Malaysia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: