Rina Siap Hadapi Unggulan Pertama

Rina Andriani

SURABAYA, Kompas.com – Tunggal taruna putri yang biasanya membela bendera Ragunan, Rina Andriani, kini turun di bawah bendera PB Mutiara.

Di hari pertama pagelaran Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Regional IV yang digelar di Surabaya, Rina harus susah payah merebut tiket ke babak kedua.

Menghadapi pebulutangkis tuan rumah, One Liseptian dari PB Jaya Raya Suryanaga. Game pertama Rina menang tipis 21-18, bahkan ia harus kehilangan game keduanya dengan 14-21. Di game tiga pun, kejar mengejar angka tak bisa dielakkan. Di awal game bahkan ia sempat tertinggal 4-6, sebelum akhirnya meraih dua angka berikutnya untuk menyamakan kedudukan.

Setelah berhasil menyamakan kedudukan, ia terlihat lebih percaya diri untuk mengendalikan lawannya dengan bola-bola tipis di depan net, remaja yang baru tahun ini menginjak kelas taruna itu pun berhasil memimpin 11-9. Ia pun tak membiarkan lawannya untuk mengejar, bahkan memimpin cukup jauh 16-12, sebelum akhirnya ia menutup game ketiga ini dengan 21-15.“Game kedua saya kehilangan fokus, jadi akhirnya banyak kehilangan angka,” jelas Rina.

Dari drawing yang ada, ia menganggap bahwa Yeni Asmarani dari PB Djarum akan menjadi lawan terberatnya. Jika keduanya lolos menghadapi lawan masing-masing, mereka akan saling bersua di semifinal. “Sebenarnya semuanya berat, tapi pasti Yeni akan jadi lawan paling berat,” lanjutnya.

Keduanya pernah bertemu di ajang Piala Walikota Surabaya pada bulan Mei. Kala itu merupakan babak perempat final di mana Rina harus menyerah dua game langsung atas atlet besutan PB Djarum tersebut, Rina kalah 17-21 dan 19-21. “Tentu ingin jadi juara, meskipun lawan pasti berat, karena ini tahun pertama saya di taruna,” pungkasnya.

Yeni Asmarani sendiri merupakan salah satu atlet taruna yang cukup di takuti dikelasnya. Yeni tercatat memiliki prestasi cukup gemilang di tahun ini, ia berhasil menembus babak perempat final Indonesia Challenge, serta dua kemenangan beruntun di Djarum Sirnas Jakarta dan Bandung tak bisa dipandang sebelah mata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: