Wisnu Yuli Optimistis Raih Gelar Ketiga

Wisnu Yuli

SURABAYA, Kompas.com – Pemain asal Surabaya, Wisnu Yuli siap untuk kembali mengincar gelar juara, setelah ia harus puas di posisi kedua Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Regional IX di Bali Agustus lalu. Pemegang dua gelar juara Djarum Sirnas ini, mengakui bahwa ia merasa lebih siap dan percaya diri untuk bisa kembali ke podium juara.

Hal ini pun dibuktikan di pertandingan perdananya di Djarum Sirnas Surabaya. Berhadapan dengan non unggulan, Wisnu yang mendapat bye di babak pertama bersua dengan Hendy Tedjapranata. Di game pertama, ia unggul 21-17. Sedangkan di game kedua, ia lebih berada di atas angin. Ia langsung menggebrak lawannya yang berasal dari PB Jaya Raya Suryanaga itu dengan 8-2, dan smes kerasnya merubah keadaan menjadi 11-3 untuk rehat.

Setelah rehat, ia kian tak terbendung. Permainan bola cantik, yang disertai dengan variasi pukulan, terlihat membingungkan lawannya, hingga ia berhasil unggul jauh 17-6. Putra sulung dari tiga bersaudara ini pun hanya memberikan tiga poin tambahan kepada lawannya, sebelum akhirnya drop shot silang yang ia lancarkan berhasil membuat lawannya mati langkah, ia menang 21-9.

Putra pasangan Suparno dan Sri Yuniati ini mengakui, ketiadaan dua rival berat yang berasal dari PB Djarum memberikan peluang lebih besar kepadanya untuk bisa kembali menjadi yang terbaik.  “Kalau drawing sepertinya lebih mudah dari Sirnas-sirnas sebelumnya, karena tidak ada Gifar (Arief Gifar Ramadhan – red) dan Vito (Shesar Hiren Rustavito – red), tapi pasti lihat nanti kondisi di lapangan,” jelas pemuda kelahiran Tulung Agung itu.

Doni Candra, sang pelatih pun mengamini ucapan anak didiknya tersebut. ia mengungkapkan jika sebetulnya kesempatan Wisnu untuk menjadi juara lebih besar daripada di turnamen sebelumnya. Apalagi melihat catatan Wisnu Yuli di sepanjang tahun 2010 ini, dimana selain mengantongi dua gelar juara, ia pun berhasil mengantongi dua gelar runner up. “Harusnya sih dia bisa jadi juara, tapi kan kadang keadaan di lapangan berbeda,” ungkapnya.

Persaingan antara Wisnu Yuli bersama Gifar maupun Vito diwarnai dengan kemenangan dan kekalahan. Ketiga anak muda ini merupakan atlet-atlet tunggal taruna putra yang selalu diperhitungkan calon-calon lawannya.

Wisnu Yuli memang telah menjadi salah satu favorit penerus estafet bulutangkis dari Surabaya. Melihat kerja keras beserta prestasinya, atlet muda yang lahir pada 11 Juli 1992, Wisnu kecil mulai tertarik ke dunia bulutangkis di saat ia menginjakkan kaki di kelas dua Sekolah Dasar (SD). Keseriusannya untuk menekuni dunia bulutangkis dimulai saat ia bergabung bersama PB Tri Darma.

Dua tahun ia menempa ilmu di PB itu, sampai akhirnya ia mengikuti seleksi untuk bisa masuk PB Surya Baja. Do’a terjawab, Wisnu akhirnya bergabung dengan PB Surya Baja di tahun 2005 hingga saat ini. “Saya ingin seperti Taufik Hidayat, atau bahkan bisa lebih berprestasi darinya, karena menurut saya Taufik merupakan pemain yang lengkap,” ungkap Wisnu.

Wisnu dikenal sebagai atlet muda yang disiplin. Porsi berbagai latihan selalu ia lahap habis, bahkan dirinya tak ragu untuk menambah sendiri porsi latihannya.  “Biar kemampuannya terus menambah dan meningkat, karena saya tak mau kalah dan terkejar atlet lain,” begitulah ia menjawab kenapa ia suka melalukan latihan tambahan.

Dengan tiket babak ketiga di tangan, Wisnu merasa optimis akan bisa terus melaju. Di pertandingan yang akan berlangsung pada Rabu (6/10) nanti, si atlet yang terlihat pendiam ini akan ditantang oleh Leonardi Harlin yang menang atas Joshua dengan 17-21, 21-17 dan 21-13.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: