BWF Waspadai Penggunaan Doping

Samarinda – Badminton World Federation (BWF) mewaspadai penggunaan doping dalam kejuaraan Badminton Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 yang akan dihelat 12-17 Oktober 2010 mendatang,di GOR Bulutangkis Palaran,Samarinda,Kalimantan Timur.
Referee yang ditugaskan BWF dalam kejuaraan tersebut akan mengawasi ketat setiap atlet yang berlaga di setiap pertandingan.

“Kalau pemain bersangkutan dirasa aneh oleh referee, akan dilakukan pemeriksaan doping secara random,” kata Kepala Bidang Turnamen dan Perwasitan Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI), Mimi Irawan, ketika ditemui detiksport di GOR Bulutangkis Palaran, Sabtu (09/10/2010).

Menurut Mimi, tes doping dilakukan petugas BWF, dengan mengambil sampel urin. Sampel urin yang diambil akan diperiksa di laboratorium di Thailand.

“Sampel biasanya diambil usai pertandingan .Biasanya, di perempat final dan semifinal,” imbuh Mimi.

Dijelaskan Mimi, kecurigaan referee BWF merupakan hal yang wajar dan patut dilaksanakan untuk menghindari kecurangan. Tanpa terkecuali, pebulutangkis dunia pun akan menjalani tes doping yang sama.

“Ini anak kok over staminanya.Nah saat usai laga, referee mengambil sampel urin-nya,” tambah Mimi.

Kendati begitu, Mimi mengatakan seorang pebulutangkis tidak sembarangan meminum obat, terlebih menjelang berlangsungnya kejuaraan.

“Pemain kalau sakit harus cari dokter yang sudah disiapkan dokter yang dipersiapkan BWF. Dokterlah yang menentukan jenis obat,” tutup Mimi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: