Taufik: Berat Raih Emas di Asian Games

Taufik Hidayat

SAMARINDA, Kompas.com – Peraih medali emas Asian Games 2006 Taufik Hidayat mengatakan, sulit bagi Indonesia untuk meraih medali emas pada Asian Games XVI di Guangzhou, bulan depan.

“Melihat kondisi saat ini, berat bagi kita untuk meraih medali emas,” kata Taufik usai memastikan tempat di perempatfinal Indonesia Terbuka Grand Prix Gold di Samarinda, Kamis (14/10/10).

Sekarang seharusnya eranya Sony dan Simon. Era saya sudah lewat
— Taufik Hidayat

Dua pemain tunggal putra Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro kondisinya diragukan dapat tampil bagus di Guangzhou, karena masih pemulihan dari cedera pinggang. Indonesia menyiapkan Taufik, Sony, Simon dan Dionysius Hayom Rumbaka untuk Asian Games.

Sony langsung tersingkir pada pertandingan pertamanya di Samarinda, kalah oleh pemain Malaysia Misbun Mohmed Misbun 13-21, 21-10, 16-21. Pemain peringkat 11 dunia itu mengatakan masih mencoba-coba bermain lagi setelah menderita cedera pinggang yang membuatnya absen di Kejuaraan Dunia.

Sedangkan Simon absen di Samarinda karena belum pulih sepenuhnya dari cedera pinggang yang membuatnya mundur dari putaran kedua di Kejuaraan Dunia di Paris Agustus lalu.

Taufik mengatakan, saat ini bukan saatnya lagi mengandalkan dia di event empat tahunan tersebut.

“Sekarang seharusnya eranya Sony dan Simon. Era saya sudah lewat,” katanya.

Meski demikian, pemain peringkat lima dunia itu berjanji akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi harapan tim.

PB PBSI Khawatir

Sementara itu Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto mengaku khawatir tim Indonesia tidak memenuhi target meraih medali emas di Asian Games dengan kondisi pemain saat ini. Pasalnya, persiapan tidak semulus seperti yang diperkirakan.

Selain masalah pada tunggal putra, sektor tunggal putri sulit diharapkan setelah para pemain tampil mengecewakan di Samarinda. Dari empat pemain yang dipersiapkan ke Asian Games, hanya Maria Febe Kusumastuti yang berhasil lolos ke perempat final.

Linda Wenifanetri dan Aprilia Yuswandari tersingkir pada putaran pertama turnamen berhadiah 120.000 dollar AS tersebut. Linda kalah oleh pemain Singapura Gu Juan 21-17, 13-21, 16-21, sedangkan Aprilia menyerah pada Zhou Hui dari China 19-21, 23-21, 16-21.

Menghadapi kondisi tersebut, sebagai manajer tim Yacob mengatakan, yang mampu ia lakukan adalah memotivasi pemain agar tidak tidak semakin buruk.

“Apapun yang terjadi saya hanya bisa memotivasi mereka, setelah ini pekerjaan Binpres dan pelatih yang semakin berat,” katanya.

Meski demikian, Yacob yakin tradisi emas di Asian Games masih bisa tercapai. Menurutnya ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan masih mempunyai daya saing yang tinggi di hadapan pemain-pemain kuat dunia.

“Taufik juga meskipun kalah di Jepang (Super Series), tetapi ia bermain bagus di Kejuaraan Dunia sehingga peluang tetap ada,” katanya.

Selain itu, Yacob juga berharap pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bisa membuat kejutan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: