Bulutangkis Beregu Putra-Putri Gagal ke Final

Bulutangkis Beregu Putra-Putri Gagal ke Final

Taufik Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID,GUANGZHOU–Tim bulu tangkis putri Indonesia gagal ke final beregu Asian Games 2010 setelah tumbang dari tim bulu tangkis Thailand 1-3 pada partai semifinal di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Ahad (14/11) malam.

Wartawan Republika, Fernan Rahadi, dari Guangzhou, melaporkan tunggal putri pertama Indonesia, Adriyanti Firdasari, kembali gagal menunaikan tugasnya sebagai tunggal pertama Indonesia setelah ditaklukkan tunggal pertama Thailand, Salakjit Ponsana. Firdasari kemarin takluk melalui pertarungan tiga set 17-21. 21-17, dan 17-21.

Kekalahan tersebut adalah kekalahan kedua Firdasari pada Asian Games kali ini. Sebelumnya, Sabtu (13/11), pebulutangkis asal Jakarta itu takluk dari Saina Nehwal pada partai melawan India yang dimenangkan Indonesia 3-2. Namun pada saat melawan Taiwan, Firdasari berhasil menang atas Cheng Shao Chieh untuk membawa Indonesia menang 3-0.

Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Meiliana Jauhari sempat memunculkan harapan bagi Indonesia setelah berhasil menang atas ganda Thailand, Punyada Munkitchokecharoen/Savitree Amitrapai melalui pertarungan tiga set 18-21, 21-15, dan 21-10. Kemenangan ganda peringkat sembilan dunia tersebut membuat kedudukan sama kuat 1-1.

Namun pada partai ketiga, Maria Febe Kusumastuti, gagal mengulang penampilan gemilangnya pada dua partai sebelumnya setelah tumbang di tangan Porntip Buranaprasertsuk dengan dua set langsung 12-21 dan 15-21. Kekalahan tunggal putri peringkat 24 dunia tersebut memberikan tekanan bagi Nitya Krishinda Maheswari/Pia Zebadiah Bernadet yang tampil pada partai keempat.

Ganda putri yang baru pertama kali bermain itu pun kalah di tangan ganda kedua Thailand, Saralee Thoungthongkam/Kunchala Voravichitchaikul dengan pertarungan ketat rubber-set 21-9, 17-21, dan 11-21.

Di tempat yang sama, tim putra Indonesia juga gagal ke final setelah tumbang di tangan Cina 0-3. Kekalahan Indonesia sudah terlihat dari partai pertama saat tunggal pertama merah-putih, Taufik Hidayat, kalah dari tunggal pertama Cina, Lin Dan. Taufik, yang menduduki peringkat tiga dunia, kalah dari pemain peringkat keempat dunia tersebut dengan dua set langsung, 13-21 dan 21-23.

Pada partai kedua, pasangan ganda peringkat tiga dunia, Markis Kido/Hendra Setiawan, takluk dari ganda Cina peringkat tujuh dunia, Cai Yun/Fu Haifeng dengan pertarungan ketat rubber-set 21-23, 21-14, dan 10-21.

Tunggal kedua Indonesia, Simon Santoso, gagal menyelamatkan Indonesia dari kekalahan atas musuh bebuyutannya tersebut setelah tumbang di tangan tunggal kedua Cina, Chen Jin, dengan straight set 11-21, 15-21.

Kemenangan atas Indonesia membuat tim bulu tangkis putra Cina berpeluang meraih juara dalam dua penyelenggaraan Asian Games secara berturut-turut. Di final nanti, Cina akan menghadapi juara pada Asian Games 2002, Korea Selatan, yang mengalahkan Thailand 3-1 di babak semifinal.

Kekalahan tim beregu putra dan tim beregu putri Indonesia membuat bulu tangkis hanya menambah dua medali perunggu untuk timnas Indonesia. Dengan begitu, hingga tadi malam Indonesia mengumpulkan satu medali perak dan empat medali perunggu.

Red: Budi Raharjo
Rep: Fernan Rahadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: