Berat! Taufik Langsung Bertemu Park

Tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat, akan langsung bertemu pemain Korea Selatan Park Sung Hwan, di babak pertama Malaysia Terbuka Super Series 2011.

JAKARTA, Kompas.com – Para pemain Indonesia menghadapi tantangan yang sangat berat di arena Malaysia Terbuka Super Series 2011, yang bergulir 18-23 Januari mendatang di Kuala Lumpur. Pasalnya, sejak babak pertama turnamen berhadiah 400.000 dollar AS ini, mereka sudah bertemu dengan para pemain tangguh.

Berdasarkan hasil undian terbaru yang dikeluarkan 7 Januari, jalan terjal akan dilalui Taufik Hidayat, Simon Santoso serta ganda campuran Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir. Bahkan, Taufik dan Dionysius Hayom Rumbaka sudah harus saling “membunuh” di babak kedua, jika sama-sama melewati hadangan di laga perdana.

Taufik, yang ditempatkan sebagai unggulan kedua dan berada di grup bawah, mengawali perjuangannya dengan menghadapi pemain Korea Selatan, Park Sung Hwan. Berdasarkan statistik, pendulum kemenangan condong ke arah Taufik yang unggul 9-1, tetapi Park punya potensi untuk membuat kejutan seperti yang dilakukannya di Asian Games 2010 lalu, yang sekaligus mengakhiri rangkaian kemenangan Taufik atas dirinya.

Setali tiga uang, Simon Santoso pun bakal dipaksa bekerja keras untuk meraih tiket ke putaran kedua karena dia akan bertemu pemain China Du Pengyu. Begitu juga dengan Hayom, yang bertemu pemain Korea Shon Wan Ho. Lawan ringan mungkin dihadapi Sony Dwi Kuncoro, lantaran dia hanya akan bertemu pemain kualifikasi.

Dari sektor ganda campuran, Tontowi/Liliyana, yang menjadi unggulan delapan, langsung dihadapkan dengan tembok China pada laga pembuka, Xu Chen/Yu Yang. Meskipun lawannya tersebut tak diunggulkan karena merupakan pasangan “baru” lantaran terjadi bongkar-pasang, tetapi Tontowi/Liliyana harus mewaspadainya. Tetapi jika lolos, maka perjalanan juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 ini akan lebih mudah, malah mungkin bisa mencapai final.

Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet, juga harus siap-siap memeras keringat jika ingin mengukir prestasi. Meskipun berat di babak pertama, tetapi pasangan Pelatnas Cipayung ini kemungkinan bisa mengalahkan pemain Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, yang dua kali dikalahkan sepanjang 2010. Tetapi di babak kedua, mereka berpeluang besar menghadapi unggulan tujuh dari China, He Hanbin/Ma Jin.

Event ini juga akan menjadi ajang “rujuk” mantan pasangan Pelatnas, Nova Widianto/Vita Marissa. Sayang, di babak pertama mereka sudah berhadapan dengan unggulan lima dari China, Tao Jiaming/Tian Qing.

Peluang juara tipis

Melihat hasil drawing turnamen ini, yang sebelumnya “hanya” menyediahkan hadiah 250.000 dollar AS, peluang Indonesia membawa pulang gelar juara sangat tipis. Apalagi, ganda putra terbaik yang merupakan peraih medali emas Olimpiade 2008 dan Asian Games 2010, Markis Kido/Hendra Setiawan, absen.

Mantan pemain Pelatnas, yang masih menjadi kekuatan terbaik Tanah Air tersebut menarik diri karena kondisi Hendra yang tidak fit. Lutut Hendra mengalami gangguan sejak Asian Games, tetapi dia terus memaksakan diri bermain di Kejurnas dan Hongkong Terbuka Super Series. Puncaknya dia tampil di Final Super Series pekan lalu, sebelum terpaksa mundur saat melakoni pertandingan kedua babak penyisihan.

Tanpa Kido/Hendra, harapan untuk meraih prestasi ada di pundak Taufik, yang menjadi pemain tunggal putra yang paling konsisten. Tetapi melihat calon lawan yang akan dihadapi, perjalanan Taufik bakal sangat sulit. Pasalnya, di sana ada Bao Chunlai, Chen Jin dan Boonsak Ponsana, yang sama-sama berada di grup bawah–sedangkan di grup atas ada Lee Chong Wei dan Lin Dan.

Dari sektor tunggal putri, perjalanan tiga pemain Indonesia, yaitu Maria Febe Kusumastuti, Adriyanti Firdasari dan Lindaweni Fanetri, jauh lebih sulit, sehingga sektor ini tak bisa terlalu diharapkan. Tengok saja lawan-lawan yang harus dihadapi, di mana Maria Febe kemungkinan besar bertemu unggulan ketiga Wang Yihan di babak kedua (jika bisa kalahkan pemain kualifikasi di babak pertama), begitu juga dengan Firda, yang juga akan menghadapi pemain China Jiang Yanjiao, jika bisa melewati hadangan pemain kualifikasi. Sedangkan Lindaweni lebih dulu bertemu pemain Hongkong Chan Tsz Ka, sebelum bertemu Yip Pui Yin atau Eriko Hirose.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: