Simon Kalah Terhormat dari Lin Dan

Penulis: Aloysius Gonsaga AE | Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Simon Santoso

JAKARTA, Kompas.com – Simon Santoso kalah terhormat ketika bertemu pemain terbaik China, Lin Dan, di semifinal Korea Terbuka Super Series Premier, Sabtu (29/1/11). Dalam duel berdurasi 1 jam 15 menit tersebut, Simon memaksa unggulan keenam itu bekerja ekstra keras, sebelum akhirnya menyerah 21-23, 22-20, 15-21.

Dengan kekalahan Simon ini, maka pupuslah harapan Indonesia untuk membawa pulang trofi dari turnamen berhadiah 1,2 juta dollar AS tersebut. Pasalnya, Simon menjadi satu-satunya wakil Tanah Air yang tampil di semifinal. Dan, untuk kedua kalinya secara berturut-turut Simon gagal di semifinal, setelah pekan lalu dia disingkirkan Taufik Hidayat di babak empat besar Malaysia Terbuka Super Series.

Sebaliknya bagi China, keberhasilan Lin Dan membuat mereka membuka peluang menyabet empat gelar, seperti yang dilakukan pekan lalu di Malaysia. Tiga gelar sudah pasti jatuh ke tangan China, karena di sektor tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran, terjadi all-Chinese final.

Lolosnya Lin Dan ke final membuat dia akan bertemu rival abadinya dari Malaysia, yang ditempatkan sebagai unggulan utama, Lee Chong Wei. Tetapi secara statistik, Lin Dan lebih diunggulkan karena dari total 21 pertemuan, Lin Dan meraih 14 kemenangan, dan Chong Wei, yang pekan lalu juara di Malaysia, hanya 7 kali mengalahkan pemain kidal tersebut–termasuk dalam pertemuan terakhir di Jepang Terbuka Super Series pada 26 September 2010.

Meskipun akhirnya kalah, Simon sudah memberikan penampilan terbaiknya. Setelah di perempat final menang straight game 21-17, 21-16 atas pemain veteran Denmark Peter Hoeg Gade, tunggal putra Pelatnas Cipayung tersebut nyaris mempermalukan Lin Dan, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008.

Di game pertama, Simon sempat berada di atas angin meskipun terjadi kejar-mengejar poin. Sayang, ketika sudah memimpin 20-16, Simon justru kehilangan momen, sehingga Lin Dan bisa menyusul dan memaksa terjadi deuce, yang dimenangkannya dengan 23-21.

Di game kedua, Simon yang berada di dalam tekanan, apalagi ketika tertinggal 5-11. Tetapi secara perlahan, Simon bisa mengejar berkat raihan lima poin secara beruntun untuk memangkas jarak ketinggalannya menjadi 10-11. Di sinilah titik balik bagi Simon, karena setelah melakukan kejar-mengejar poin, dia memimpin 20-18. Mirip game pembuka, Simon gagal menambah satu poin untuk mengakhirinya, sehingga Lin Dan memaksa deuce lagi. Beruntung, kali ini Simon yang menang dengan skor 22-20.

Game ketiga yang menjadi penentu, Lin Dan selalu berada di posisi terdepan dalam pengumpulan poin. Sejak memimpin 4-0, peraih tiga gelar Kejuaraan Dunia tersebut tak pernah terkejar lagi, meskipun Simon sempat mendekat hingga 15-16. Tetapi setelah itu, Lin Dan menyapu lima poin terakhir untuk menang 21-15, sekaligus memperpanjang rekor kemenangannya atas Simon menjadi 7-0.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: