Menempuh 8 jam untuk Bertanding

A. Tjahjo Sasongko

PONTIANAK, Kompas.com -– MILO School Competition Pontianak Senin (11/04) resmi dibuka oleh Wakil Walikota Pontianak Pariyadi, S.hut, MM ditandai dengan pemukulan bola pertama yang didampingi oleh Brand Manager MILO Rosita Taher di GOR Pangsuma Pontianak.

Tercatat 607 siswa SD dan SMP yang mengikuti MILO School Competition. Mereka tidak hanya berasal dari Pontianak tapi juga dari Sintang, Bontang dan beberapa Kabupaten terdekat. Banyaknya peserta yang mengikuti kompetisi ini karena minimnya kompetisi bulutangkis di Kalimantan Barat.

Salah satu pembina dari Kabupaten Sintang Dedi Iryanto mengatakan sangat senang dengan adanya MILO School Competition, karena memberikan kesempatan bagi anak didiknya untuk mengikuti turnamen. Meskipun jarak dari Sintang ke Pontianak memakan waktu 8 jam, tapi menurut Dedi anak didiknya sangat antusias untuk mengikuti kompetisi ini.

Dedi Iryanto membawa 12 anak dari dua sekolah yaitu SMPN 1 Sintang dan MI Sintang. Selama mengikuti MILO School Competition anak-anak tersebut tinggal di Pontianak. Di babak penyisihan kelompok beregu putri, SMPN 1 Sintang berhasil lolos ke babak berikutnya dengan mengalahkan  SMP Bayangkari D dengan skor 2-0.

Sementara Yusuf Dullah Guru Olahraga SMPN 3 Pontianak mengatakan kejuaraan yang dikemas lewat MILO School Competition ini sangat efektif untuk melihat tolok ukur dari para atlet bulutangkis. Apalagi sampai saat ini vakum kejuaraan di Pontianak.

Dalam MILO School Competition ini, pihaknya menerjunkan 4 atlet untuk bermain di 3 kategori yakni tunggal putra putri, ganda putra putri dan beregu. Yusuf bangga bisa memiliki siswa didik yang diunggulkan dalam turnamen ini, terutama untuk tunggal putra putri.

Untuk tunggal putra yang diharapkan bisa jadi unggulan pertama yakni Taufik Saputro dan tunggal putri, Sandra Rahayu. “Lawan tanding yang cukup berat adalah untuk tunggal putri dari SMP 16 Pontianak sedangkan tunggal putra dari SMP 11 dan SMP 21 Pontianak,” ujarnya. Dalam turnamen hari pertama kemarin, untuk kategori beregu putri, SMPN 3 Pontianak lolos ke babak berikutnya.

“Soal peluang bisa lolos ke babak selanjutnya, tergantung pada siapa lawan mainnya. Namun yang jelas, peluangnya sama, tinggal melihat dalam sistem pertandingan. Begitu pula dengan kategori tunggal putra dan putri,” pungkas Yusuf.   Menurut H.Suryadini SE, MM, Ketua Bidang Pembinaan Pengprov PBSI Kalimantan Barat keberadaan MILO School Competitiondi Pontianak membangkitkan semangat tanding bagi atlet usia dini. “Kami berharap banyak melalui kejuaraan ini karena memberikan hadiah Piala Taufik Hidayat serta bertanding di tingkat nasional di Jakarta. Buat anak-anak peserta MILO School Competition, ini kesempatan yang tidak boleh disia-siakan,” papar Suryadini.

Dalam babak penyisihan kelompok beregu putri, kemarin yang berhasil lolos ke babak berikutnya adalah SMPN 3 Pontianak yang berhasil mengalahkan SMPN 15 Pontianak dengan skor 2-0, SMP 11 Pontianak dan SMPN2 Pontianak menang WO. Untuk kelompok SD beregu putri yaitu SD 22 Pontianak berhasil mengalahkan SD Sister dengan skor 2-0.

Sedangkan untuk kelompok beregu putra SMP yang berhasil lolos adalah SMP Sister mengalahkan SMP Saint Petrus 2-0, SMP 16 Pontianak berhasil mengalahkan SMP 13 Pontianak dengan skor 2-1. Kemudian untuk SD beregu putra yaitu SD 02 Sintang berhasil mengalahkan SD MIS Al-Ikhwa 2-1, SD 32 Pon Tenggara mengalahkan SD 02 MPW dengan skor 2-0, SD 03 Kuala Dua berhasil mengalahkan SD Al-Azhar 2-0.

source : http://olahraga.kompas.com/read/2011/04/11/22370477/Menempuh.8.jam.untuk.Bertanding

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: