Rahasia Pukulan Ajaib Kempong

A. Tjahjo Sasongko
Eddy Hartono

MALANG, KOMPAS.com — Mantan pebulu tangkis Eddy Hartono menyebut latihan yang unik membuat dirinya memiliki teknik pukulan yang lengkap dan tidak lazim.

Pada masa jayanya, Eddy Hartono dianggap sebagai pemain ganda yang lengkap dengan gaya permainan yang tidak disukai lawannya. Ia memiliki tipe permainan yang ulet dan mampu mengembalikan semua pukulan lawan dengan arah pengembalian yang tidak bisa diprediksi. Eddy, yang biasa dipanggil “Kempong”, mampu mengembalikan bola lawan melalui belahan kaki ataupun bahkan tanpa melihat posisi lawan.

Sementara yang paling diandalkan dari Eddy Hartono adalah “pukulan kedut” yang jarang dimiliki pemain pada masa itu. Pukulan ini sering menipu lawan karena arah dan kecepatan bola yang sering berubah.

Eddy Hartono, yang kini telah berusia 47 tahun dan telah mengundurkan diri sebagai pemain, mengaku semua teknik diperolehnya karena latihan yang keras sejak masa kanak-kanak. Besar dari keluarga bulu tangkis (dua saudaranya, Hastomo dan Haryanto Arbi, juga menjadi pemain nasional), Eddy berlatih sejak masa kanak-kanak.

“Teknik pukulan itu saya dapat dengan berlatih sejak kecil. Pada masa lalu saya memperkuat pergelangan tangan saya dengan menggunakan raket kayu,” kata Eddy, yang kini aktif melatih di PB Djarum. “Saat itu kan semuanya masih serba terbatas.”

Menurut Eddy, yang pernah meraih medali perak Olimpiade Barcelona 1992 bersama Gunawan, pergelangan tangan yang kuat akan membantu pemain menguasai teknik pukulan dengan mudah. “Tentu saja sekarang tidak perlu menggunakan raket kayu. Sekarang kan sudah ada raket khusus yang lebih berat yang dapat digunakan untuk latihan itu,” kata Eddy lagi.

Sebagai pemain, Eddy Hartono memulai karier dengan menjadi pasangan Liem Swie King. Setelah King mundur, ia dipasangkan dengan Gunawan yang kemudian menjadi salah satu ganda putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Eddy/Gunawan meraih medali perak Olimpiade Barcelona 1992. Mereka mengalahkan favorit juara Tian Bingyi/Li Yongbo dari China di semifinal, sebelum kalah dari ganda legendaris Park Joo-Bong/Kim Moon Soo.

Sumber : http://olahraga.kompas.com/read/2011/05/03/17302888/Rahasia.Pukulan.Ajaib.Kempong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: