Absennya Butet Pukulan Berat

A. Tjahjo Sasongko

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) tetap menargetkan menembus semifinal kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman di China, 22-29 Mei mendatang, meski beberapa pemain senior mengundurkan diri.

“Kalau dihitung dan dilihat dari kemampuan tim Indonesia, lolos ke semifinal adalah target yang realistis. Mudah-mudahan ini juga menjadi momentum bagi pemain muda untuk membuktikan kemampuan mereka di ajang internasional,” kata Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso di kompleks Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Persiapan tim Piala Sudirman Indonesia mendapat pukulan menyusul mundurnya pemain senior yang sebenarnya sangat diandalkan meraih angka, yaitu tunggal putra Taufik Hidayat, absennya ganda putra dan juara Olimpiade 2008 Beijing, Markis Kido/Hendra Setiawan, dan terakhir pemain spesialis ganda Liliyana Natsir yang mengalami cedera siku kanan.

Indonesia, yang diunggulkan di urutan ketiga setelah China dan Denmark, berada di Grup B dan akan bersaing dengan Malaysia dan Rusia. “Melihat kondisi saat ini, kekuatan Indonesia berimbang dengan Malaysia. Kita berharap para pemain muda bisa menunjukkan kemampuan mereka,” kata Djoko yang didampingi Sekjen PBSI Yacob Rusdianto.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Hadi Nasri sebelumnya mengakui bahwa absennya Liliyana merupakan pukulan berat bagi tim Indonesia.

Liliyana bersama Tontowi Ahmad baru saja meraih gelar juara di India Super Series dan Malaysia Grand Prix Gold, yang membuat peringkat mereka naik dari urutan ke-15 ke posisi empat besar dunia. “Ini pukulan berat untuk tim. Tetapi the show must go on, kita berangkat dengan jumlah tim yang ada. Ini cobaan yang publik harus terima dengan lapang dada. Kalah menang urusan belakangan. Perjuangannya yang paling penting,” kata Hadi yang juga akan bertugas sebagai manajer tim.

Absennya Liliyana dan Taufik membuat tim Indonesia yang semula berjumlah 18 pemain menjadi tinggal 16 pemain. Mereka adalah Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka, Adriyanti Firdasari, Lindaweni Fanetri, Alvent Yulianto, Hendra Aprida Gunawan, Mohammad Ahsan, Bona Septano, Greysia Polii, Meiliana Jauhari, Anneke Feinya Agustine, Nitya Krishinda, Fran Kurniawan, Tontowi Ahmad, Pia Zebadiah, dan Debby Susanto.

Tim Indonesia bertolak menuju Qingdao, China, Kamis pagi. Tim akan menjalani pertandingan pertama melawan Rusia pada Minggu (22/5/2011) dan bertemu Malaysia pada babak grup, Rabu (25/5/2011). Dua tim terbaik di setiap grup maju ke babak berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: