Ulangi Sejarah 1999, Denmark Siap Tantang China

Dua belas tahun yang lalu, Denmark yang dimotori oleh Peter Gade dan Camila Martin sanggup mengukir sejarah dengan menjejakkan langkah ke partai final Sudirman Cup 1999 yang berlangsung di Copenhagen, Denmark. Dan tahun ini, Gade bersama Jonas Rasmussen dengan membawa komposisi pemain yang berbeda sanggup mengulang kejayaan tersebut untuk menantang China di partai puncak.

Dua belas tahun yang lalu, Denmark yang mampu membuat sejarah baru bulutangkis di Sudirman Cup harus mengakui keperkasaan China 0-3, setelah Gade dipaksa menyerah atas Sun Jun sedangkan Camila harus mengakui ketangguhan Dai Yun. Kali ini, kesempatan yang sama berhasil diukir kembali oleh tim Denmark setelah memetik kemenangan 3-1 atas tim Indonesia.

“Menghadapi China di partai final adalah mimpi awal kami sejak pertama kali mengikuti turnamen ini,” ujar Peter Gade usai kemenangan menjegal tunggal Indonesia, Simon Santoso, 21-18, 21-16. “Saya sangat senang bisa menghadapi Lin Dan di stadium indah ini besok” lanjut Gade kemudian.

“Kita mampu mencapai babak final dua belas tahun yang lalu dan ini adalah keikutsertaan terakhir saya di turnamen ini,” cerita Gade. “Tidak mudah menghadapi Simon yang memiliki semangat juang cukup baik namun pada pertandingan tadi Simon terlihat cukup tertekan dan saya dapat memenfaatkannya dengan baik. Saya menggunakan pengalaman saya untuk memetik kemenangan di set pertama,” komentar Gade perihal kemenangannya menghadapi Simon.

“Saya sebenarnya tidak yakin dapat bermain baik hari ini karena pertandingan berat yang saya jalani sebelumnya. Namaun ternyata saya dapat segera pulih dan pelatih memilih saya untuk tetap bermain,” pungkasnya kemudian.

Sementara itu Simon mengaku kecewa dengan permainannya yang terlalu banyak membuat kesalahan khususnya di saat poin-poin kritis. “Saya merasa lebih baik hari ini dan mampu merasakan itu pada awal pertandingan, saya pikir saya dapat memberikan perlawanan yang lebih baik” ujar Simon dengan nada kecewa.

Saya membuat terlalu banyak keslaahan sendiri pada saat-saat krusial dan ini memberikan keuntungan untuk Gade. Saya terjebak dengan gaya permainannya dan akhirnya harus membayarnya dengan kekalahan saya” cerita Simon kemudian.

Permainan memukau juga diperagakan oleh duet Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen yang menjungkalkan duet Fran Kurniawan/Pia Zebadiah di laga sebelumnya. Tandem Denmark yang sempat berada di bawah tekanan saat berjibaku di set pertama, akhirnya kalah 15-21 ketika agresivitas dan penempatan bola-bola akurat Fran/Pia tidak mampu diantisipasi dengan baik oleh pasangan Denmark. Namun saat keduanya mampu keluar dari tekanan dan menemukan pola permainan terbaik mereka, Joachim/Chris akhirnya memastikan angka pertama untuk Denmark, 21-11, 21-13.

“Benar-benar pertandingan yang sulit. Mereka bermain cukup bagus dan mampu menempatkan kita di bawah tekananan sejak awal pertandingan. Kita bermain sedikit nerveous karena merupakan partai pertama di babak semifinal ini” jelas Christinna perihal kelahannya di set pertama. “Namun kita berhasil mengatasi semuanya dan mampu memberikan perlawanaan balik,” tambahnya kemudian.

Sedangkan Fischer mengaku kesolidan permainan mereka akhirnya mampu membuat mereka unggul atas ganda merah putih. “Setelah set pertama, kita lebih mampu menguasai bola dan mempercepat tempo pertandingan. Permainan mereka sebenarnya sempat mengejutkan kita namun kita berhasil mengubahnya dan memberikan perlawanan karena masing-masing kita (saya dan Christinna) sudah saling mengetahui satu sama lain,” cerita Fischer selanjutnya.

Indonesia berhasil memperpanjang asa setelah di partai selanjutnya duet Alvent Yulianto/Mohammad Ahsan di luar dugaan mampu meredam perlawanan ganda nomor satu dunia, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Dalam durasi tanding 44 menit, duo Indonesia yang justru mampu tampil lepas meraih kemenangan 23-21, 21-17 atas tandem Denmark tersebut. Kekalahan beruntun Mathias/Carsten untuk yang ketigakalinya ini memungkinkan tim Denmark untuk memainkan duet Jonas Rasmussen/Mads Conrad ketika menantang China di babak final.

“Duabelas tahun yang lalu saya berada di kursi pemain untuk memberikan dukungan kepada pemain yang sedang bertanding. Saya mungkin akan berada di posisi yang sama besok atau mungkin juga dipanggil pelatih untuk ikut bermain namun apapun itu saya merasa sangat senang karena Denmark kembali mampu lolos ke babak final” kenang Jonas Rasmussen.

“Ini kemungkinan besar akan menjadi turnamen Piala Sudirman tearkhir saya dan saya pasti akan kembali tampil sekali lagi pada turnamen Piala Thomas dan Olimpiade London. Namun setelah itu, tidak ada yang tahu,” isyarat Jonas yang memutuskan untuk pensiun paska Olimpiade 2012 ini.

Kepastian Denmark untuk meraih tiket final akhirnya melalui poin ketiga yang dipersembahkan oleh Tine Baun dengan menekuk tunggal putri Indonesia, Adrianti Firdasari, 21-13, 21-13. Kematangan juara All England tahun 2008 dan 2010 ini terlihat jelas saat Tine mampu mengontrol jalannya pertandingan melalui penguasaan lapangan dan pengembalian bola-bola yang akurat.

Sementara itu China lebih dulu memastikan tiket partai puncak setelah mengandaskan tim Korea 3-1 di laga sesi pertama babak semifinal. Sektor ganda campuran yang membuka kemenangan China disumbang oleh duet Xu Chen/Ma Jin dengan menundukkan Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun dalam pertandingan rubber set. Mental duo Korea yang tidak siap membuat tim negeri ginseng tersebut harus kehilangan angka krusial set ketiga. Keuletan Ko/Ha di set pertama mampu membalikkan keadaan dari tertinggal 16-19 menjadi keunggulan 21-20 dan akhirnya menang 23-21.

Sempat kedodoran 14-21 di set kedua setelah gagal mengimbangi permainan agresif Xu/Ma, duet Korea kembali menguasai jalannya pertandingan set ketiga hingga kedudukan 20-18. Mental bertanding yang tidak siap membuat kesempatan untuk meraih poin melayang setelah tandem China mampu menyamakan kedudukan dari kegagalan tiga kali ‘match point’ pasangan Korea dan berbalik unggul 24-22.

“Saya tidak bisa tidur nyenyak tadi malam karena memikirkan pertandingan saya adalah partai pertama yang sangat menentukan”, cerita Xu usai pertandingan. “Ini kali kedua kita menghadapi mereka namun saat All England yang lalu Ko mengalami cedera dan tidak berada dalam performa terbaiknya. Kemenangan kali ini terasa lebih manis” lanjut Xu Chen kemudian.

Kemenangan Lin Dan 21-16, 21-10 atas Park Sung Hwan menambah keunggulan China 2-0. Namun Korea mampu memperpanjang ‘nafas’ mereka setelah duet Jung Jae Sung/Lee Yong Dae meraih kemenangan atas Fu Haifeng/Cai Yun. Kegagalan di poin-poin kritis set pertama 19-21 setelah mampu mendominasi jalannya pertandingan di set ini membuat duo Jung/Lee mengubah permainan menjadi lebih agresif di dua set berikutnya, 2-16, 21-14. Penempatan bola-bola sulit pasangan Korea membuat pengembalian yang tidak sempurna oleh tandem China dan akhirnya banyak melakukan kesalahan sendiri.

China memastikan tempat di partai final setelah pada pertandingan tunggal putri, Wang Shixian mampu menebus kegagalan atas kekalahannya di babak penyisihan grup saat menantang Juliane Schenk. Kesempatan kedua yang diberikan oleh pelatih kepala Li Yongbo kepada Shixian hari ini saat menghadapi Bae Youn Joo, mampu dimanfaatkan dengan sempurna oleh peringkat satu dunia tersebut dengan membukukan kemenangan 21-15, 21-12.

“Saya senang akhirnya mampu menebus kekalahan saya sebelumnya,” ungkap Shixian usai pertandingan. “Senang sekali bisa menjadi bagian dari tim China kali ini dan lolos ke babak final” lanjutnya kemudian.

Sementara itu Li Yongbo mengaku sempat berdiskusi dengan 3 pemain tunggalnya sebelum memilih salah satu diantara ketiganya, “Kita berdiskusi dulu sebelum pertandingan dengan ketiga pemain saya (Wang Shixian, Wang Xin, dan Wang Yihan) karena mereka memiliki standar permainan yang sama. “Akhirnya diputuskan Wang Shixian karena kami pikir strategi tersebut yang paling cocok untuk mengahdapi Korea” papar Yongbo panjang lebar yang kembali harus memutuskan siapa tunggal putri yang cocok untuk menghadapi Tine Baun di laga puncak besok.
(FEY – www.bulutangkismania.wordpress.com)

Hasil pertandingan semi final (Sabtu, 28/05/11)
China vs Korea 3-1
Ganda campuran :
– Chen Xu/Jin Ma vs Sung Hyun Ko/Jung Eun Ha 21-23, 21-14, 24-22 (1-0)
Tunggal putra :
– Dan Lin vs Sung Hwan Park 21-16, 21-10 (1-0)
Ganda putra :
– Yun Cai/Haifeng Fu vs Jae Sung Jung/Yong Dae Lee 21-19, 16-21, 14-21 (0-1)
Tunggal putri:
– Shixian Wang vs Youn Joo Bae 21-15, 21-12 (1-0)
Ganda putri:
– Yang Yu/Xiaoli Wang vs Jung Eun Ha/Min Jung Kim (Tidak dipertandingkan)

Denmark vs Indonesia 3-1
Ganda campura :
– Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen vs Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet 15-21, 21-11, 21-13 (1-0)
Tunggal putra :
– Peter Gade vs Simon Santoso 21-18, 21-16 (1-0)
Ganda putra :
– Carsten Mogensen/Mathias Boe vs Alvent Yulianto Chandra/Mohammad Ahsan 21-23, 17-21 (0-1)
Tunggal putri:
– Tine Baun vs Adriyanti Firdasari 21-13, 21-13 (1-0)
Ganda putri :
– Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl vs Greysia Polii/Meiliana Jauhari (Tidak dipertandingkan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: